Supervisi Pendidikan

Apa Itu Prinsip-Prinsip Supervisi Pendidikan dan Bagaimana Peran Supervisi Dijalankan?

Prinsip supervisi pendidikan adalah beragam kegiatan pembinaan yang dilaksanakan oleh tenaga ahli di bidang pendidikan dengan direncanakan dan dilaksanakan secara sistematis agar di masa depan, seluruh tenaga pendidik, mulai dari guru, kepala sekolah, maupun tenaga administrasi mampu melakukan pekerjaan dengan metode yang lebih efektif dan terstruktur.

Prinsip – Prinsip Supervisi Pendidikan

Berikut adalah prinsip-prinsip supervisi pendidikan yang perlu Anda pahami lebih dulu agar dalam pelaksanaannya maksimal.

1. Prinsip Ilmiah

Secara umum, salah satu hakikat dan prinsip supervisi pendidikan adalah mengedepankan prinsip ilmiah. Kegiatan supervisi perlu dilandasi data yang dikumpulkan secara obyektif sesuai kenyataan di lapangan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Data tersebut dapat diperoleh dengan penyebaran angket, observasi lapangan, koordinasi sekolah, maupun kegiatan lain yang membuat di masa mendatang kegiatan pendidikan dilaksanakan dengan lebih teratur dan terencana.

2. Prinsip Demokratis

Prinsip lain dalam supervisi pendidikan adalah prinsip humanisme yang dikombinasikan dengan prinsip demokratis. Dalam pelaksanaannya, seorang kepala sekolah atau semua komponen dalam sebuah lembaga pendidikan perlu menjalin komunikasi yang akrab dan hangat, dengan tujuan agar semua guru mampu mengembangkan tugas dan merasa aman ketika menjalankan tugasnya. Tidak hanya itu, prinsip ini menjamin peningkatan mutu sekolah, karena hubungan antar komponen didalam sekolah tidak didasari atas hubungan atasan dan bawahan, tetapi hubungan antar sesama mitra kerja yang menjunjung harkat dan martabat seorang guru sebagai sumber ilmu.

BACA JUGA  Empat Metode Pidato: Impromptu, Ekstemporan, Manuskrip, dan Memoriter

3. Prinsip Kerjasama

Selain prinsip-prinsip supervisi pendidikan diatas, prinsip lain yang perlu dikembangkan adalah prinsip kerjasama. Dalam pelaksanaannya, perlu adanya kegiatan berbagi pengalaman dan ide antar sesama guru, untuk saling memberi dukungan material maupun immaterial agar di masa mendatang, para guru bisa merasa untuk saling bertumbuh bersama dalam hal pengalaman maupun menstimulasi perbaikan cara ajar agar di masa mendatang menjadi lebih baik.

4. Prinsip Konstruktif dan Kreatif

Satu diantara prinsip-prinsip supervisi pendidikan yang penting adalah prinsip konstruktif dan kreatif. Kedua prinsip ini tergolong model dan prinsip supervisi pendidikan yang mampu melihat potensi seorang guru ketika mengajar, kreativitas dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta metode bimbingan ataupun pengawasan yang menimbulkan dorongan semangat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Dalam prakteknya, seorang supervisi perlu bersikap profesional dan tidak terlibat hubungan pribadi di lingkup pekerjaan. Seorang supervisi juga perlu memiliki sifat preventif, korektif, serta kreatif agar orang-orang yang disupervisi bisa dengan cepat beradaptasi dan memiliki kesadaran untuk memperbaiki kekurangan yang dimiliki.

Ketika Anda sudah memahami prinsip-prinsip supervisi pendidikan diatas, Anda juga perlu mengerti apa peran supervisi pendidikan agar semua komponen yang terlibat dalam dunia pendidikan mampu menciptakan fungsi supervisi pendidikan yang ingin dicapai.

Peran Supervisi Pendidikan

Pada dasarnya ada 3 jenis peran yang perlu dijalankan langsung oleh pengawas sekolah maupun kepala sekolah, yaitu:

  • Peran Koordinator

Sebagai seorang koordinator, seorang supervisi mampu mengkoordinasikan bagaimana program belajar mengajar yang tepat sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi dan membagi tugas para guru sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

  • Peran Konsultan

Prinsip-prinsip supervisi pendidikan menegaskan peran seorang supervisi, baik pengawas atau kepala sekolah sebagai seorang konsultan. Seorang supervisi wajib bisa memberikan bantuan konsultasi dan solusi apabila terjadi permasalahan yang terkait dengan bidang pembelajaran, baik yang terjadi dalam kelompok maupun individual.

  • Peran Leadership dan Evaluator

Dalam upaya pembinaan dan peningkatan kompetensi, seorang supervisi wajib mampu memimpin para guru serta menilai hasil dan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. Dengan begitu, kompetensi individual maupun kelompok bisa ditingkatkan secara bertahap untuk peningkatan kualitas pembelajaran.