Membuka Gerbang: Dari Konser Virtual ke Klinik Jiwa Renceng Mose

Halo... Ini adalah script untuk video dan podcast Behind The Scene Konser Virtual Salam Natal dari Ruteng yang dipersembahkan oleh Komunitas Saeh Go Lino untuk membantu pengarusutamaan karya kemanusiaan Bruder-Bruder Karitas yang mengelola Klinik Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose di Ruteng, Manggarai.

Cover BTS Konser Virtual di Youtube Saeh Go Lino

Membuka Gerbang: Dari Konser Virtual ke Klinik Jiwa Renceng Mose

Adakah yang dapat kita lakukan, sebagai komunitas, di akhir tahun yang sulit ini, untuk tetap menunjukkan kepedulian kita pada alam dan sesama?

Pertanyaan itu hadir dalam percakapan-percakapan kami menjelang akhir tahun 2020 kemarin. Ini berawal dari nostalgia-nostalgia kecil tentang beberapa hal yang kami anggap cukup baik dan mewakili komunitas kami beberapa waktu sebelumnya. 

Kita bisa lihat bersama, baik di media sosial komunitas maupun di kanal Youtube Saeh Go Lino, jejak-jejak yang kami torehkan. Barangkali kecil, namun menyenangkan. Akhir tahun 2019 silam, ada Kalender untuk Bumi. Ketika wabah Covid-19 merebak, kami hadir dengan pelbagai bentuk kampanye baik, bahkan sampai berhasil menggarap web series--sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Apakah semua itu menyenangkan? TENTU SAJA! 

Namun, sampai kapan kita terjebak dalam percakapan menyenangkan tentang karya yang sudah dibuat saja? Dan, terutama, sejauh mana sebagai komunitas kita berusaha hadir lebih nyata bagi orang lain?

Baca juga: Saeh Go Lino, Tujuh Tahun dan Berlipat Ganda 

Pertanyaan-pertanyaan demikian lantas berhadapan dengan situasi yang tak kalah sulitnya. Ini masa pandemi! Jangan berkumpul! Jangan mengumpulkan banyak orang! Bagaimana mungkin kita dapat hadir bagi banyak orang sementara kita tak boleh berkumpul dengan mereka?

Lalu kami sadar bahwa, di tengah masa yang sulit ini, gerbang lain sedang dibuka. Gerbang Virtual

KITA BIKIN KONSER VIRTUAL! Kami bersemangat ketika mengatakan itu. Semangat yang kemudian sempat terhenti, sebab kami tidak punya sumber daya yang cukup; teknologi, sasaran, keterjangkauan, pendanaan, dan masih banyak lagi.  Ini bagaimana?

Beruntung bahwa komunitas, sebagaimana umumnya, adalah sesuatu yang terbentuk dan dibentuk untuk dunia jejaring. Maka kami melakukannya. Menyambung jejaring, agar Natal 2020 tidak berlangsung datar dan garing, mengajak lebih banyak orang untuk bertolak lebih dalam ke hatinya: membantu perluasan percakapan tentang Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Di Ruteng, para Bruder Karitas telah membangun Klinik Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose (profilnya dapat dibaca di sini). Klinik baik hati, yang menampung dan berjuang keras menyembuhkan orang-orang dengan gangguan jiwa. Mereka, pada beberapa titik, mengalami kesulitan-kesulitan, terutama dana.

KITA BIKIN KONSER VIRTUAL NATAL UNTUK RENCENG MOSE! Kami menjadi bersemangat lagi dan lebih bersemangat, sebab banyak orang baik dari lual Komunitas Saeh Go Lino yang turut terlibat. Para musisi, penyanyi-penyanyi, sponsor, dan para donatur. Mereka, oleh karena semangat yang sama, ingin membantu.

Simak kami di Spotify:

Orang-orang dengan gangguan jiwa adalah kelompok yang belum banyak mendapat perhatian. Kita sama-sama ke sana, ke tempat itu, dan mulai berbagi kebaikan!

Latihan, perubahan konsep, perjuangan meminjam peralatan, usaha mengatasi rasa kurang percaya diri, penentuan tim kerja, perdebatan-perdebatan kecil, berlangsung sekitar dua pekan. Semua berlangsung dalam suasana yang beragam. Kekhawatiran bahwa ini akan menjadi kluster baru penyebaran Covid-19, berusaha diatasi dengan membatasi ruang gerak anggota komunitas sepanjang waktu itu. Jangan berkumpul di tempat lain dulu! Kita berkumpul sesama kita saja, agar risiko tertular dan menulari dapat diminimalisasi!

Dan terjadilah! Proses tapping dilakukan sehari saja. Tanggal 6 Desember. Sampai larut. Sampai lelah. Sampai berhasil. Selanjutnya tim penyunting bekerja. Sangat keras. Sampai lelah. Sampai berhasil. 

Baca juga: Tentang Proses Penciptaan Karya Seni; Apakah Tukang Plagiat itu Bersalah?

Lalu tibalah kami pada saat-saat menegangkan. Materi telah siap, harus diunggah ke akun Youtube Saeh Go Lino. Dan ini Ruteng. Tempat jaringan internet yang lancar jaya adalah sebuah kemewahan. Tim kerja berkeringat deras. Tinggal beberapa saat saja waktu tayang yang sudah dijadwalkan di poster, materi baru terunggah 23 persen--setelah sehari penuh ada di dashboard youtube.

Apakah ini akan berhasil? Pertanyaan itu datang pada saat-saat genting, menambahkan deras keringat dan melorotkan semangat hingga ke tepi. Tetapi Tuhan baik, dan selalu baik pada siapa saja, juga pada kami, pada tim kerja yang harus mencari cara terbaik mengunggah konten pada menit-menit terakhir.

BERHASIL! Materi terunggah 100 persen setengah jam sebelum waktu tayang. Kami menghadiahi diri kami dengan bakso, kopi, roti, dan napas panjang tanda telah lega.

Pukul 19.00 Wita, ratusan orang menyaksikan KONSER VIRTUAL NATAL yang dipersembahkan untuk Klinik Rehabilitas Jiwa Renceng Mose, via akun youtube Saeh Go Lino. Beberapa jam setelahnya, kami mendapat banyak skrinsut dari orang-orang baik yang telah berdonasi ke Renceng Mose. Ya! Sebab konser virtual itu ditayangkan di youtube, kami tidak menjual tiket. Di layar, kami sertakan nomor rekening pengelola Renceng Mose, tempat orang-orang baik bisa berdonasi. Kami senang sekali.

Baca juga: Saeh Go Lino Ruteng Mulai Garap Web Series

Betul! Kami senang untuk banyak hal. Konser berjalan dengan baik; yang terlibat adalah orang-orang dekat kami; pada project ini kami mulai bekerja profesional dalam melibatkan sponsor; dan terutama, percakapan tentang Orang dengan Gangguan Jiwa berhasil kami sebarkan. 

Semoga ini bukan sesuatu yang sia-sia. Semoga ini menyenangkan. Semoga ini menjadi salah satu gerbang yang berhasil dibuka di masa pandemi, sembari tetap berharap, Komunitas Saeh Go Lino dapat membuka gerbang lainnya; gerbang yang kita masuki bersama-sama. 

Sebab bukankah demikian? Bahwa komunitas adalah dunia jejaring dan saling mendukung adalah nama tengahnya!

Terima kasih untuk semua yang telah terlibat membantu. Di bagian akhir video konser kami, ada nama-nama mereka. Orang-orang baik yang bersama kami melaksanakan project ini. Dan, di bagian akhir video ini, ada kalian semua, orang-orang baik yang menyaksikan tayangan ini, yang lantas akan bergerak bersama, membantu siapa saja yang membutuhkan uluran kasih kita semua. Orang-orang baik, yang akan terus berjuang dari dalam keterbatasannya, bagi mereka-mereka yang terlupakan.

Cek video BTS ini di Youtube Saeh Go Lino:

Terima kasih 2020! Selamat datang 2021! Kita bergandeng tangan, membuat dunia ini kembali menari. Saeh Go Lino!

(*)

0 Komentar:

Posting Komentar