Cerita Rana - Bulan di Langit

Ketika anak bercerita, orang tua akan lebih mudah mengetahui apa yang putra-putri mereka inginkan. Mendengar cerita Rana berjudul Bulan di Langit, kita akan dengan mudah mengetahui kebutuhannya; alat-alat menggambar. Yuk, simak cerita anak tujuh tahun ini.

cerita rana bulan di langit
Bulan di Langit | image dari freepik.com

Artikel ini pertama kali disiarkan di Blog Ineame. Blog itu, yang semula ditujukan sebagai ruang bersama bagi siapa saja yang ingin berbagi tentang rumah, terpaksa dihapus karena mimpi tentang pengelolaan bersama ternyata agak sulit diwujudkan. Karenanya, beberapa tulisan dari Blog Ineame dipindahkan ke ranalino.id sedangkan Blog Ineame sendiri akan lebih sering hadir di youtube dan beberapa platform lainnya.

Mari simak cerita Rana ini, dan teruskan membaca sampai selesai untuk tahu tentang mengapa kita sebaiknya membiasakan anak bercerita.

Bulan di Langit


Oleh: Rana Maria Bellarmin

Setiap kali aku keluar rumah pada malam hari, aku suka melihat bulan. Ada bulan sabit dan bulan purnama, juga bulan lain-lainnya. Cahaya bulan sungguh terang.

Kata Mama, bulan, kalau terlihat dari jauh berwarna putih. Tetapi kalau dilihat dari dekat berwarna kuning.

Hal yang lain yang aku suka tentang bulan adalah teman kecilnya yaitu bintang. Karena aku bisa melihat rasi bintang. Ada rasi bintang yang berbentuk layang-layang, ada rasi bintang yang berbentuk ikan.

Apakah kalian tahu? Ada satu bintang yang cahayanya sungguh terang. Bintang itu bernama bintang kejora.

Mungkin, bulan dan bintang melihat ke bumi dan bulan berkata: "Hei, Bintang. Bukankah indah melihat bumi dari atas sini?"

Lalu bintang berkata, "Betul, Bulan. Bayangkan saja kita adalah manusia. Bukankah akan menyenangkan?"

Tetapi bulan berkata, "Memang akan menyenangkan, tetapi kita harus bersyukur Tuhan menciptakan kita seperti ini."

Bintang pun berkata, "Betul, Bulan. Seharusnya aku bersyukur hidup damai seperti begini."


Hidupku damai sejak kecil. Aku banyak belajar tentang bulan dan bintang. Dari kecil sampai besar, aku menyukai bulan juga bintang. Karena mereka menerangi malam hari sehingga orang-orang bisa melihat dalam gelap.

Jika aku besar, aku ingin menjadi seniman. Mungkin suatu hari aku akan melukis bulan dan bintang dengan gaya yang indah. Supaya terlihat nyata. Dan aku tidak akan menyerah sampai aku berhasil.

Ruteng, 27 September 2017

Rana menjelang tujuh tahun ketika membuat cerita ini.

***

Tentang Membiasakan Anak Bercerita (Lima)


Apa pentingnya kita membiasakan seorang anak bercerita? Tentu saja ada banyak alasan. Dengan bercerita, seorang anak akan belajar menemukan kata baru, mengungkapkan perasaannya, dan menyampaikan harapannya. Masih banyak alasan lainnya.

Namun bagi orang tua, seorang anak yang bercerita berarti terkumpulnya informasi tentang pengetahuan anak, pengalaman mereka, dan juga cita-cita.

Informasi tersebut menjadi penting sehingga Bapa dan Mama dapat dengan mudah menemukan (atau mencari) hal-hal yang dibutuhkan anaknya--tanpa harus menunggu seorang anak memintanya.

Ini tentu saja penting agar anak mengalami pengalaman terkejut sekaligus senang karena mengetahui bahwa orang tuanya "memahami dirinya".

Pada cerita Bulan di Langit misalnya, Rana mengungkapkan secara samar tentang apa yang dia butuhkan. Barangkali tidak direncanakan demikian, tetapi alam bawah sadarnya memberi komando; dia membutuhkan alat-alat untuk melukis.

Baca juga: Travelling Ligtht dan Kekasih dalam Ransel

Beberapa saat setelah mendengar cerita ini, saya mengajaknya ke stationery dan membolehkannya memilih crayon dan pensil warna yang dia butuhkan. "Bagaimana Bapa tahu bahwa saya perlu ini?" Tanyanya. Itulah waktu di mana Ayah menjadi superhero.

Pada titik seperti itulah, seorang anak menjadi semakin percaya pada orang tuanya. Kepercayaan seperti itu adalah hal yang kemudian dibutuhkan ketika pada titik tertentu orang tua harus menasihati anaknya, mempengaruhi pilihan anaknya (dalam cara positif), atau mengarahkan perilaku seorang anak.

Karena bagaimanapun, meski setiap orang lahir dengan pilihan bebas, orang-orang yang lebih tua memiliki kewajiban untuk membantu mereka menemukan pilihan yang baik.

Jadi, membiasakan anak bercerita, sesungguhnya membantu orang tua memproses pendekatannya dalam mendidika anak di rumah. Bukankan pendidikan keluarga adalah landasan untuk hidup selanjutnya?

Saya kira begitu.

Salam
Bapa Rana dan Lino

0 Komentar:

Posting Komentar