Desember Ini di Ruteng

Tirada hujan yang turun sepanjang hari pada bulan Desember ini di Ruteng. Tetapi kota ini tetap kota Natal. Di Aula Assumpta Katedral Ruteng akan ada Christmas Song Festival. Begitu!
desember ini di ruteng
Ruteng

Desember Ini di Ruteng


Saya kira, siapa saja yang pernah merasakan hawa Ruteng pada bulan Desember akan ingat satu hal: hujan sepanjang hari. Tapi itu beberapa tahun lalu. Sekarang tak begitu. Kalau tidak percaya, datanglah.

"Macam bukan Desember im!" "Macam belum mau Natal saja!" Kau akan mendengar kalimat itu dalam percakapan kami beberapa waktu terakhir ini. Barangkali karena perubahan cuaca global dan kita tidak bisa apa-apa. Iya to? Agak lain, memang. Maksud saya, agak lain dalam arti yang agak lain. Halaaah.

Begini! Hujan, meski oleh sebagian penikmat puisi dianggap gerbang menuju pintu yang romantis, toh, tetap saja bikin sekian ribu orang menggerutu. "Hiissssh... hujan lagi. Tir bisa pi jalan-jalan memang sa. Bikin sap maskara/pomade luntur." Pernah dengar yang begitu? Yang jengkel dengan hujan. Pernah to? Tapi hujan juga penanda kota. Dan kota itu adalah Ruteng. Dan karena itulah dia dirindukan di sini. Apalagi pada bulan Desember seperti ini, saat di mana dia, meski kadang bikin jengkel tetapi tetap saja telah dianggap sebagai tanda. Ruteng, Desember, tirada hujan, kita tinggal di mana sebenarnya? Sa sempat pikir begitu.

Tetapi kita tetap tinggal di Ruteng, kawan. Ruteng yang berada di ketinggian 1.188 meter dpl, yang adalah ibukota Kabupaten Manggarai, yang kenanganmu tercecer di sepanjang jalan dan kau tercekat ketika melihat sebagian kisah itu tertinggal di genangan air setelah hujan, yang Lipooz bilang sebagai kota kecil dengan 1000 gereja, yang para wisatawan bilang cool climate for relaxing, yang adalah kota Natal.

Ya. Ruteng kota Natal. Dengan atau tidak dengan hujan, Natal di Ruteng selalu bikin bahagia. Lipooz juga pernah bilang begitu: Mori ca kanang ngoeng daku ntaung hoo/ Toe ngaji te bora mosem anak mo../ Cala nganceng ngo cumang ise ende ema/ Nganceng onto cama du wie natal one Ruteng ee.

Dan, di Ruteng, Natal selalu menyenangkan di Paroki Katedral Ruteng. Bukan tentang misa sebab misa Natal selalu menyenangkan di mana saja kita merayakannya. Ini tentang kegiatan-kegiatan.

Beberapa tahun terakhir, selalu ada kegiatan menarik di Paroki Katedral Ruteng. Entah di pelataran parkir, di aula, di LG Corner, atau di wilayah-wilayah. Ada Kuliner Natal di Aula Assumpta beberapa tahun lalu. Ada lomba menghias pohon Natal. Ada kandang Natal di setiap KBG. Dan lain-lain.


Tahun ini, Desember ini, di Katedral Ruteng, ada yang baru dan lebih meriah. Natal Ceria 2019 namanya. Lebih meriah karena sejak September 2019 lalu hingga September 2020 mendatang, Paroki Katedral Ruteng menyiapkan diri—melalui aneka kegiatan—menyongsong usia 100 Tahun paroki itu. Paroki St. Maria Assumpta - St. Yosef, Katedral Ruteng. Dan di bulan Desember ini, Panitia 100 Tahun Paroki Katedral Ruteng melaksanakan acara itu. Ada Christmas Song Festival, Bazaar dan Kuliner Natal, dan banyak kemeriahan lainnya: paduan suara, vokal grup, penyanyi solo-duet-trio-kwartet, tari, sendratari, drama, puisi, stand-up comedy, dan kita. Ya, kita.

Natal Ceria 2019 di Katedral Ruteng
Kita. Kita memang harus hadir di event yang akan dilaksanakan di Aula Assumpta Katedral Ruteng mulai tanggal 15 Desember sampai 20 Desember 2019 itu. Dibuka mulai pukul 16.00 Wita dan berlangsung sampai pukul 21.00 Wita selama enam hari. Belum sempat belanja kue natal? Di sana ada. Mau lihat lagu-lagu Natal dinyanyikan dengan indah? Di sana ada. Jadi?

Jadi begitu! Tentu saja sa ju rasa agak lain karena hujan tir turun selebat Desember-Desember sebelumnya—sa macam ada rindu ju dengan hujan yang begitu—tetapi di Ruteng, Desember tetap sama: ini kota Natal, kawan. Sunggumati. Misalkan setelah selesai ikut Natal Ceria 2019 itu kau mau lihat lampu-lampu Natal, di Gang Israel - Tenda, tetap ada lorong-lorong cahaya seperti tahun-tahun sebelumnya. Di rumah-rumah tetap ada wangi kue seperti sediakala. Di pusat-pusat perbelanjaan tetap ada antrean panjang sebagaimana seharusnya. Di hatimu, tentu saja, sesekali akan ada kisah yang terpanggil pulang: Deee... sa ingat skali dia e aeh. Biasanya kami pi misa sama-sama. Iya to?

Pokoknya begitu. Light up the light, karena ini Ruteng, kota Natal. Jangan lupa datang ke Aula Assumpta Katedral Ruteng. Kami tunggu di sana. Mau curhat? Sa tunggu di belakang aula. Ehmmmm...

Salam
Armin Bell
Ruteng, Flores

Ps:
Cerita-cerita menarik lain dari Ruteng dapat dibaca di sini.

0 Komentar:

Post a Comment