Siapa Mr/Mrs X Versi LSI Denny JA di Pilpres 2024?

LSI Denny JA mengeluarkan 14 nama dan satu sosok rahasia yang diprediksi akan berpotensi maju sebagai capres/cawapres 2024 mendatang. Gesit sekali Denny JA, eh, lembaga ini!
siapa mr mrs x versi lsi denny ja di pilpres 2024
Siapa? Denny JA? Siapa itu?

Siapa Mr/Mrs X Versi Denny JA di Pilpres 2024?


Hanya sedikit orang yang gesit di negeri ini. Dari jumlah yang tak banyak itu, ada Denny JA.  Kok bisa? Ya, pasti bisa. Dia memang gesit. Buku puisi esainya saja sudah gila-gilaan banyaknya. Lalu apa hubungannya dengan Pilpres 2024 yang masih lama itu?

Pokoknya begitulah. Pilpres 2019 belum juga selesai gaungnya, Denny JA melalui LSI-nya sudah mulai utak-atik calon presiden yang layak maju tahun 2024. Gesit betul. Ini lembaga survei atau partai politik sebenarnya e? Belum belum, sudah bikin penelitian saja.

Ada 15 sosok yang menurut penelitian lembaga itu akan berpeluang besar maju di Pilpres 2024. Nama Jokowi tidak termasuk. Joko Widodo juga tidak. Tentu bukan karena Denny tersinggung atas kekalahan mereka di MK beberapa waktu lalu. Eh? Itu Denny yang lain ya? Ooops… Maaf e, Kaka. Tir sengaja. Sa biasa begitu kalo ada orang yang kelakuannya namanya mirip-mirip.

Ya, jelas saja Jokowi tidak masuk dalam 15 daftar LSI Denny JA itu karena sudah tidak berhak lagi mencalonkan diri. Aturannya, dua kali kemenangan sudah cukup. Kalau dipaksakan jadi tiga kali, terus apa seksinya angka 2-1-3? Lebih seksi 2-1-2. Dua kali walikota, sekali gubernur, dua kali presiden. Angka dibalas simbol. Publik sekalian tau sa pu maksud to? Enaaak!

Mendesain Mr/Mrs X


Sayang sekali, penelitian itu hanya berterus terang soal 14 nama. Yang seorang disembunyikan sebagai Sosok Rahasia versi LSI Denny JA: Mr/Mrs X. Mammamia e. Sudah seperti orang yang mau menikah saja. Sebagian besar kisah masa lalu diceritakan ke pasangan, sebagian lain disembunyikan. Eh?

Baca juga: Kita, Anti-Asing Tetapi Tetap Cinta

Dalam strategi public relations, yang dilakukan LSI Denny JA itu bisa jadi adalah usaha agar lembaga survei mereka terus dipercakapkan, misalnya: 
  1. Wah. Penasaran deh sama nama ke-15-nya LSI Denny JA.
  2. Kita harus follow laman medsos Denny JA. Siapa tahu di kasi bocoran nama ke-15 dari penelitian LSI-nya.
  3. Taruhan yuk. Siapa nama ke-15 di survei capres 2024 versi LSI Denny JA.
  4. Denny JA itu sama gak sih sama Denny Indrayana?
  5. Hidup, LSI Denny JA!
Itu baru lima. Bisa jadi ada 15 jenis percakapan tentang hasil penelitian itu yang melibatkan nama LSI Denny JA (atau Denny JA saja) di dalamnya. Yang ke-15 dilakukan oleh Mr/Mrs X dalam dialog yang hanya mereka sendiri yang mengerti, tetapi pasti ada nama LSI itu di percakapan itu.

Misalnya: Hi-Denny-JA-go-aeh. Co-tara-manga-kat-capres-ga-tadang-kin-2024. Hitu-keta-pe!

Sebagai akibat dari bertebarannya dialog-dialog serupa itu, LSI Denny JA pun jadi trending topic karena semua orang penasaran pada Mr/Mrs X tadi. Lembaganya trending, pemiliknya—yang begitu jujur memakai namanya sendiri sebagai nama lembaga—juga pasti ikut-ikutan trending. Sudah tahu arahnya, bukan?

Dengan demikian, pada kesempatan berikutnya, setelah Denny JA semakin populer dipercakapkan, nama Mr/Mrs X itu lalu terisi. Oleh siapa hayooo… Ya, oleh Denny JA-lah. 

Peneliti LSI Denny JA lalu akan bilang bahwa Denny JA merupakan sosok yang punya tingkat popularitas di atas 25 persen di mata seluruh responden. Su paham sa pu karang-karang to?

Begini. Kegesitan mengumumkan 15 nama tersebut, yang lantas bikin saya terharu, saya duga sebagai pekerjaan by design. Denny JA ingin namanya masuk dalam daftar itu dan oleh karenanya, merancang sebuah kerja yang terstruktur dan sistematis, dengan memanfaatkan seluruh instrumen yang dibutuhkan: strategi riset, media sosial, media dan psikologi massa, serta kepala-kepala yang haus informasi tetapi merasa telah sanggup menyembuhkan dirinya dengan gosip semata.

Namun, ini hanya dugaan. Meneba-nebak. Hanya sa pu ide-ide sa. Kalau meleset, tidak apa-apa. Tidak semua mimpi kita tentang hal-hal ideal bisa berujung kenyataan, bukan? Kalau tidak percaya, silakan tanya Denny Indrayana yang menulis buku tentang cara menang sidang di MK tetapi pada sidang kemarin justru kalah. Iya to?

Apakah Denny JA Layak Jadi Mr X?


Tentu saja Denny JA bisa jadi calon presiden. Dia bisa saja adalah sosok rahasia yag sedang disembunyikan LSI-nya itu. Dengan atau tidak dengan by design, Denny yang ini sudah terkenal. Paham peta politik, bermodal cukup, dan gesit.

Sa su bilang di awal to? Beliau itu sosok yang gesit sekaligus paham bagaimana memanfaatkan setiap potensi untuk sebesar-besarnya namanya sendiri pengetahuan umum seluruh negeri dan kemaslahatan bersama.

Ketika dulu publik di negeri ini dilanda kebingungan hebat tentang siapa-siapa saja orang yang membawa pengaruh besar bagi sastra Indonesia, Denny JA dengan gesit dan dermawan membiayai sebuah proyek yang melibatkan beberapa tokoh sastra mengumumkan “33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh”. 

Ada Denny JA di antara 33 nama itu. Dia seperti Mr X dalam wajah sastra kita karena tidak sering dibicarakan tetapi berhasil masuk dalam daftar. Bukan Denny JA yang salah. Kita saja yang tidak tahu soal puisi esai yang menjadi konsentrasi Denny JA itu. Btw, bagian yang ini satir ya. Hihihihi…

Baca juga: Ibu, Maafkan Kami Para Warganet di Seluruh Negeri

Namun, jika bukan Denny JA—dan semoga bukan, eh?—yang disebut sosok rahasia oleh LSI Denny JA itu, kita tentu diberi peluang untuk memikirkan nama lain, atau mengajukan usulan lain. Bisa jadi Om Rafael, Om Tinus, Kaka Endah, atau Reinard L. Meo. 

Soal popularitas, mereka bisa didesain agar segera menjadi terkenal. Bisa dengan memakai strategi Denny JA, bisa juga dengan membuat laman shitposting di media sosial. Mereka akan segera populer, meski, tentu saja kita tahu, untuk jadi capres dan memenangkannya, populer saja tidak cukup. Ngotot juga tidak. Bukan begitu, Tuan Prabs?

Siapa 14 Nama Capres 2024 Versi LSI Denny JA?


14 nama yang diumumkan LSI Denny JA adalah tokoh-tokoh yang telah sekian banyak dikenal. Nama Prabowo Subianto kembali masuk dalam daftar, dan bersamanya (yang oleh LSI dimasukkan dalam kategori "capres jenjang pimpinan parai politik") ada Sandiaga Uno, Airlangga Hartarto, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Puan Maharani, dan Muhaimin Iskandar.

Dengan metode yang sama, di kategori lain, pemetaannya adalah sebagai berikut: Capres jenjang pemerintah daerah: Ridwan Kamil, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Khofifah Indar Prawansa; dan capres jenjang jabatan pemerintahan: Sri Mulyani, Budi Gunawan, Tito Karnavian, dan Gatot Nurmantyo.

Apa sebenarnya yang sedang ingin dicapai LSI Denny JA melalui pengumuman itu? Jika bukan karena ingin memasukkan Denny JA ke dalam bursa, tentu saja mereka sedang menggali lubang 'bunuh diri lembaga' seandainya 14 nama yang sudah disebutkan justru tidak termasuk dalam daftar 2024 mendatang; mereka akan dianggap sebagai lembaga yang tidak akurat memprediksi. Lagipula, mengapa mengumumkannya sekarang?

Salam
Armin Bell
Ruteng, Flores

0 Komentar:

Post a Comment