Daripada ke Blog Ranalino, Kirim Tulisan Kalian ke Media Lain

Mulai hari ini, Blog Ranalino tidak lagi menerima sumbangan tulisan dari luar/penulis lain. Mohon maaf!
Sa baca semua surat yang masuk. Asli! Foto: Kaka Ited

Daripada ke Blog Ranalino, Kirim Tulisan Kalian ke Media Lain


Setelah memikirkannya dengan cukup serius, mulai hari ini, www.ranalino.id tidak lagi menerima kiriman tulisan dari luar. Saya sedang menata ulang konsep pengelolaannya dan merasa, jika harus dilakukan bersamaan dengan memeriksa tulisan kawan-kawan sekalian, sa tir-akan sanggup. Sa baru pikir soal itu hari ini.

Selain itu, hingga hari ini, sungguh banyak website yang dikelola dengan baik dan siap menerima tulisan bapa-ibu-sodara-sodari sekalian--dan mereka akan melakukan seleksi dengan sungguh-sungguh; tulisan kita akan ditayangkan jika benar-benar layak dan sesuai selera redaktur serta arah kebijakan mereka. 

Seandainya di hari-hari berikutnya bapa-ibu-sodara-sodari sekalian menemukan tulisan baru dari penulis lain di blog ini, saya pastikan bahwa tulisan itu adalah yang sa sengaja minta, entah karena semangat yang sama dengan apa yang saya pikirkan sebagai 'menata lagi konsep pengelolaannya' atau karena saya menikmati tulisan itu dan ingin mendokumentasinya di #ranalinoid, dan diizinkan penulisnya.

Terima kasih kepada teman-teman yang sudah mengirim tulisan selama ini, baik yang sudah tayang maupun yang belum (dan tentu saja berarti tidak akan ditayangkan). Berapa banyak? Cukup banyak. Yang membuat saya terharu, bahwa ternyata teman-teman merasa blog ini layak untuk karya kreatif mereka.

Baca juga: Ruteng: Kota Sejuta Tenda Labu, dan "Sweet Potato" Kesukaan Kita dan Babi

Saya sudah baca tulisan-tulisan itu, dan untuk yang sa tir kasi naik di sini, saya pikir, sudah saatnya dikirim ke para redaktur di website-website yang dikelola dengan serius tadi. Tulisan-tulisan itu sudah baik. Meski barangkali tidak akan dimuat, percayalah, mereka membaca tulisan-tulisan yang kita kirim. Jangan lupa perhatikan tanda baca dan aturan-aturan penting lainnya. 


Alasan tulisan kita mereka tir pili, bisa jadi bukan karena tulisan kita buruk, tapi karena mereka tidak se(atau ber)selera dengan gaya kita menulis. Santai saja. Seperti di pantai. 

Toh, sampai saat ini, selain menulis secara tidak terlalu teratur untuk blog ini, saya tetap mengirim tulisan untuk media-media lain. Beberapa dimuat, beberapa diabaikan, beberapa dikirim pulang, beberapa mungkin tidak terkirim karena saya lupa tekan tombol send. Keterlaluan sekali

Khusus untuk tulisan yang tidak dimuat, biasanya saya periksa lagi dengan serius, melakukan perbaikan juga dengan serius karena dengan segera menemukan 'cacat' yang saya duga sebagai alasan para redaktur yang mahakuasa itu tidak berselera. Tetapi menuduh mereka tidak paham gaya kita yang kita anggap telah mutakhir jelas bukan sikap yang baik. Tulisan-tulisan yang sudah saya perbaiki, kadang saya coba kirim lagi, kadang saya 'selesaikan' di ranalino.id

Aduh... 

Kenapa jadi panjang sekali ini tulisan sudah? Pokoknya begitu. Daripada dikirim ke blog ranalino.id yang dikelola serampangan ini, coba kirim tulisan ke media lain. Tentu saja para penulis favorit saya, yang karena satu dan lain hal malas mengirim tulisan ke website-website yang dikelola secara sangat serius, tetap saya harapkan kebaikan hatinya menyumbangkan tulisan kalau suatu saat saya minta. Jangan kamu yang kirim. Tunggu sa minta. Supaya kita sama-sama enak. 

Baca juga: Media Massa Daring dan Masalah Akut Bernama Penyuntingan


Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Asli, tentang keputusan ini, sa baru pikirkan hari ini setelah mengecek kotak surat saya. Bukan karena sa tir berselera dengan tulisan-tulisan yang masuk. Tidak, Geraldo. Seperti yang sa su bilang tadi, sa su baca semua tulisan yang masuk dan sa pikir, sudah waktunya teman-teman kirim itu tulisan dorang ke redaktur yang bekerja dengan serius. Kamu bisa.

Pilihan lain, jika tidak sabar dengan (apa yang biasanya kita anggap) kemalasan para redaktur, bikin blog. Menjadi blogger itu menyenangkan. Kita bisa sesukanya saja. Seperti saya yang dengan sesukanya bikin peraturan di blog ini. Tulisan ini saja, sesungguhnya diniatkan sebagai status di Fanpage Ranalino. Tetapi berhubung ternyata jadi panjang, sa posting di sini. Lihat to, bagaimana sa urus ini barang seenak-enaknya? Mohon maaf!

Salam hangat
Armin Bell
Ruteng, Flores

0 Komentar:

Post a Comment