Dialog Om Rafael: Kemenangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir di Rio de Janeiro

Dialog Om Rafael adalah kolom baru di blog ranalino.id. Berbeda dengan kolom Om Rafael yang berbentuk (sebut saja) narasi deskriptif, Dialog Om Rafael berisi percakapan super ringan. Peristiwa aktual yang menjadi dasar terjadinya percakapan via telepon, disertakan agar pembaca memiliki skemata yang sama. 
dialog om rafael kemenangan tontowi ahmad dan liliana natsir
Image dari pinterest.com

Dialog Om Rafael: Kemenangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir di Rio de Janeiro


Sebagai persembahan pertama, Dialog Om Rafael edisi pertama akan menampilkan rekaman percakapan OR dan A pasca kemenangan Owi dan Butet di Olimpiade Rio. Artinya, kisah ini terjadi pada tahun 2016 silam. Saat itu, atlit bulutangkis asal Indonesia yang turun di ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berhasil mempersembahkan medali emas.

Ini adalah kemenangan yang sangat istimewa, menggugah sudut-sudut emosi masyarakat Indonesia karena terjadi tepat pada hari ulang tahun ke-71 Republik Indonesia. Owi/Butet itu meraih medali medali emas di Olimpiade Rio 2016 setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-14, 21-12, pada babak final di Riocentro Pavilion 4, Rabu (17/8/2016).

Baca juga: Om Rafael Mengutamakan Keluarga

Bagi Owi, ini adalah medali pertamanya di Olimpiade. Sedangkan Liliyana, sempat meraih medali perunggu pada 2008. Pada London 2012, Owi/Butet kalah dalam perebutan medali perunggu dari pasangan Denmark. Tetapi Om Rafael salah mengenali Tontowi. Begitulah. Om Rafael. Meski senang, selalu salah. Atau, meski salah, selalu senang. Ckckckck.

Tontowi Ahmad Bukan Tantowi Yahya


Telepon berdering. A melihat. Di layar smartphone-nya ada wajah OR. A sedang senang dengan kemenangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di Rio. Dia menebak, OR juga mengalami kesenangan yang sama dan ingin berbagi kegembiraan dengannya. A menjawab telepon itu. Terjadilah dialog berikut ini.

OR: Nana, betul Tantowi masuk final?
A: Iyo. Tontowi dengan Liliana Natsir. Ganda campuran.
OR: Aduh, Nanaaa. Saya banggaaa skali. Tantowi itu sa'p idola dari dulu.
A: Itu sudah.
OR: Deeee, Nana. Pasti dia'p keluarga juga bangga. Saya yakin Helmi pasti pigi nonton langsung.
A: Haeee... Helmi siapa?
OR: Helmi Yahya ka, Nana. Tantowi'p adik.
A: Om Rafaeeeeel. Yang main itu Tontowi Ahmaaaad. Bukan itu Om yang nyanyi gone gone gone.
OR: Aduh, saya keliru berarti. Kalau begitu saya terima kasih.
A: Minta maaf, Oooom. Minta maaaf.
OR: Itu. Nana sudah mulai kripik saya lagi sudah. Bai de wei, salam merdeka e.
A: Siap, Om. Doakan Owi dan Butet juara e, biar dapat emas di Rio.
OR: Siapa mereka e? Maksudnya, itu Owi, Butet, dan Rio itu masih keluarga dengan Helmi Yahya?
A: Tontowi Ahmad, Liliana Natsir yang main badminton di Rio Brasil, Om. Tidak ada hubungan keluarga sama Helmi atau Tantowi Yahya.
OR: Oh, berarti itu dua Tantowi hanya sama-sama satu Santo Pelindung berarti e, Nana.
A: Moriii. Aeh, habis sap pulsa ta, Om. Cukup suda e.
OR: Tapi kan saya yang telpon ini. Kenapa Nana punya pulsa yang habis?
A: "Ae... biar!"

Telepon ditutup. Percakapan selesai. Dialog dengan Om Rafael berakhir tidak mulus. Tetapi emas olimpiade adalah sesuatu yang harus dirayakan dengan lebih meriah. Itu!

Salam
Armin Bell
Ruteng, Flores

Note: Dialog Om Rafael diambil dari status facebook saya. Edisi ini adalah status facebook tanggal 17 Agustus 2016.

Fragmen

2 comments:

  1. Status FB yang panjaaanggg heheh oe om Rafael Tantowi Yahya ternyata diangkat Jokowi sebagai Duta Besar Selandia Baru. �� Saya baru tau kemarin... Padahal dulu tdak dukung Jokowi... #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jayalah Om Rafael dan Tantowi Yahya :-D

      Delete