Cerita Rana - Benda Kesayangan

Ineame - Blog Keluarga Indonesia menyiapkan menu khusus untuk menampung cerita anak. Kali ini, kita akan menikmat cerita berjudul "Benda Kesayangan" yang dibuat Rana di tahun pertamanya di Sekolah Dasar. Selamat menikmati.

cerita rana benda kesayangan
Benda Kesayangan | Gambar: Rana Maria

Cerita Rana - Benda Kesayangan

Oleh: Rana Maria Bellarmin

Hai, semua... Apakah kalian memiliki sebuah benda yang sungguh kamu sayangi? Kalau punya, mungkin kamu harus mendengarkan cerita tentang masa kecil Ayahku.

Dia punya sepatu merah yang sungguh dia sayangi. Pada suatu hari, sepatu merah itu rusak. Dan, hal itu sungguh menyedihkan Ayahku.

Mungkin ada dari antara kalian yang memiliki peliharaan atau benda yang kamu sayangi. Apakah kalian akan sedih jika benda itu hilang? Tentu kalian akan sedih.

Jika aku sedih, orang tuaku memelukku dan menciumku. Dan setiap kali aku mendapat pelukan dan ciuman, aku merasa benda itu tidak penting lagi bagiku. Yang terpenting adalah cinta kasih.

Nah, sekarang aku mau bertanya. Jika kamu sedih, apa yang orang tuamu lakukan untukmu? Aku berharap, orang tua kamu memberi kamu kasih sayang yang banyak.

Ketika Ayahku mendapati sepatu merahnya sudah rusah, dia sungguh sedih. Dan ketika orang tuanya melihat Ayahku sedih, mereka menghiburnya dengan membelikan sebuah buku cerita yang baru.

Sejak saat itu, hobi Ayahku adalah membaca. Dengan membaca, Ayahku mengetahui banyak cerita yang kemudian dia sering ceritakan padaku adik kecilku. (*)

Ruteng, 12 Oktober 2017

Rana | Kelas 1 B SDK Ruteng V

***

Tentang Membiasakan Anak Bercerita (Tiga)


Simak juga Bagian Pertama dan Bagian Kedua ini untuk tahu lebih banyak tentang hal-hal yang dapat dibuat agar anak-anak dapat bercerita dengan baik.

Dialog dengan orang tuanya dalam bahasa-bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti adalah awal yang penting agar anak menemukan bahasanya. Karena selain cerita, anak-anak hidup dengan ribuan pertanyaan di kepalanya.

Mengapa malam selalu lebih gelap, di mana matahari tidur, apakah matahari makan supaya bisa menerangi bumi, adalah beberapa contoh pertanyaan anak. Pertanyaan yang mungkin tidak pernah diduga sebelumnya.

Bagaimana harus menjawab pertanyaan-pertanyaan 'remeh' seperti itu? Mengabaikannya jelas akan mengecewakan anak, dan bukan tidak mungkin membuatnya enggan bertanya lagi. Jika sudah demikian, anak akan memilih diam, atau mematikan pertanyaan-pertanyaan di kepalanya.

Maka ketika mendapat pertanyaan-pertanyaan dari anak, yang sebaiknya dilakukan adalah merumuskan jawaban yang mudah dimengerti. Membuat contoh adalah cara termudah.

  • Baca juga: Mari Bentuk Perilaku Hidup Sehat Sejak Dini

Kalau malam, kita semua tidur, bukan? Matahari juga tidur. Makanya gelap. Tempat tidurnya di balik gunung di bagian barat itu (menunjuk arah matahari terbenam). Iya. Dia juga makan. Tetapi beda dengan makanan kita. Hanya saja Bapa belum tahu jenis makanannya. Nanti kita cari tahu sama-sama ya.

Oooops... bolehkah orang tua memberitahu anaknya bahwa dia tidak tahu tentang sesuatu? Tentu saja boleh. Paling tidak akan bermanfaat untuk:

  1. Anak menyadari bahwa beberapa pertanyaan tidak bisa dijawab seketika. Ini penting agar dia tidak menjadi kecewa atau tertekan ketika mendapati bahwa dirinya tidak mengetahui sesuatu; anak harus belajar bersabar dan mencaritahu, bukan?
  2. Orang tua tidak berbohong. Berbohong tentu saja dapat membantu menyelesaikan masalah dengan cepat, tetapi kebohongan akan berkonsekunsi pada lahirnya kebohongan lain, dan lagi, dan lagi. Soalnya adalah, apakah kita akan konsisten berbohong? Maksud saya, apakah cerita bohong kita akan selalu sama? Jangan-jangan kita lupa kebohongan pertama dan koherensi cerita menjadi tidak terjaga.

Menceritakan pengalaman dengan jujur pada anak, akan membantunya membuat cerita yang jujur pula. Cerita yang baik adalah cerita yang jujur, bukan? Tetapi sesungguhnya, pada bagian ini, yang jadi poin utama adalah: anak-anak akan mampu bercerita jika orang tuanya senang bercerita. Cerita pada relasi orang tua - anak, hendaknya dibangun dalam dialog, dan bukan monolog.

Jika anak-anak Anda gemar bercerita, tuliskan. Kirimkan ke alamat kami. Proses penyuntingan akan dilakukan seperlunya. (*/rlid)

#ceritaanak #blogkeluargaindonesia

0 Komentar:

Posting Komentar