Menjadi Blogger Tidak Akan Buat Seseorang Mendadak Keren Bagian Kedelapan

Tibalah kita di bagian kedelapan. Delapan itu adalah angka sebelum sembilan dan setelah tujuh. Semua juga tahu, bukan? Tidak masalah. Toh seri Menjadi Blogger ini tidak membahas angka-angka. Kita bahas hal-hal seputar blogging.
menjadi blogger tidak akan buat seseorang mendadak keren bagian kedelapan
Rana dan Lino. Nama mereka dipakai sebagai nama blog ini.

Menjadi Blogger Tidak Akan Buat Seseorang Mendadak Keren Bagian Kedelapan


Yup! Sejak setahun silam, secara tidak cukup teratur, ranalino.id selalu menyajikan tulisan berjudul Menjadi Blogger Tidak Akan Buat Seseorang Mendadak Keren. Judul yang kalah banyak kalau kita mau omong soal SEO dan SERP sebagai konsekuensinya.

Agak menyesal juga sebenarnya telah membuat artikel dengan judul kurang ramah SEO seperti itu. Tetapi sudah telanjur. Mau bagaimana lagi? Ganti judul? Itu sama dengan bunuh diri di mesin pencari. Bertahan saja. Siapa tahu nanti bisa membaik posisinya di search engine page result a.k.a SERP seiring bertumbuhnya pengunjung organik. Atau logikanya terbalik? Entahlah.
Apa itu SERP dalam blogging? Sudah diinformasikan sebelumnya di bagian sebelumnya. Silakan mampir dan baca: Menjadi Blogger Tidak Akan Buat Seseorang Mendadak Keren Bagian Ketujuh.
Kembali soal judul yang tidak ramah mesin pencari itu. Ketika memutuskan menulis serial blogging ini di ranalino.id, yang saya bayangkan adalah lahirnya jutaan blog setiap hari. Dari angka yang fantastis tersebut, yang bertahan dan mengurus rumah maya tersebut barangkali hanya satu. Atau tidak ada sama sekali.

Ada yang bikin blog dengan penuh semangat lalu mendadak hilang selera karena facebook dan instagram lebih cepat menjanjikan popularitas. Ada blog yang hilang karena lupa password. Yup.
Lupa password adalah masalah paling besar yang dialami pengguna internet di seluruh dunia.

Akibat lupa password ini, ada begitu banyak akun--bukan hanya blog--yang memakai kata "lagi", "yang benar", "sesungguhnya", "the real", "real madrid versus liverpool", #eh, pada akun pengganti. Betapa sedih. Ada yang bahkan sampai tiga atau empat kali lupa password. Muncullah akun dengan pola seperti ini: Armin Bell The Real Sesungguhnya yang Benar. Ckckckck.

Ada juga blog yang tidak dirawat karena memakai nama mantan sebagai domain. Misalnya, raisakucintaku.blogspot.co.id. Ketika Raisa memilih Hamish, blog itu hilang meninggalkan amis #eh. Atau diganti menjadi mantankuadalahraisa.blogspot.co.id. Terlalu panjang. Di-delete.

Pokoknya begitu. Banyak blogger yang berpikir bahwa ngeblog itu gampang. Banyak juga yang berpikir bahwa dengan menjadi blogger dia akan dipersepsikan keren. Sebagai harapan, tentu saja itu tidak salah. Tetapi sebagai keyakinan, itu jelas keliru besar.

Seri Menjadi Blogger ini kemudian memakai pola peringatan, sebagai pengingat bahwa jadi bloger itu tidak akan bikin kita mendadak keren. Blogging adalah pekerjaan yang penuh dengan tetek-bengek tanggung jawab. Kegiatan seperti ini tentu membutuhkan perencanaan yang baik. Bagaimana merencanakan blog?

Tiga Tahap Merencanakan Blog bagi Blogger Pemula


Meski dalam sekian banyak pelatihan blog ada banyak orang yang serentak membuat domain di platform blog gratisan, namun sesungguhnya menjadi blogger tidaklah boleh secepat itu.

Sebagaimana kegiatan lain, blogging membutuhkan perencanaan. Ya. Blogging is also built in P.O.A.C management concept. Kira-kira begitu. Harus ada planning, organizing, actuating, controlling alias POAC itu tadi.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan atau dipikirkan pada tahap planning atau merencanakan sebuah blog.

Pertama, Menentukan Topik Blog. Beberapa tahun silam, blog dianggap sebagai pengganti buku harian konvensional. Namun dalam perkembangannya, blog menjadi lebih spesifik. Dengan alasan ingin menjaring pembaca serta semakin kuat bersaing di search engine, para blogger berusaha fokus pada topik-topik tertentu.

Sebagai contoh adalah apa yang saya lakukan sendiri. Semula, ranalino.id adalah rumah pribadi yang boleh berisi apa saja. Lemari, rak buku, televisi, kamar mandi, baju anak, dan lain-lain. Kan ini blog saya, to? Lalu semua berubah.

Keyword ranalino.id yang mampu bersaing di mesin pencari hanya kata-kata tertentu saja. Maka saya berusaha fokus pada kata-kata itu. Yang lain, meski masih terdapat banyak hal yang bisa dituliskan, harus pindah rumah. Maka jadilah ineame.blogspot.co.id dibangun. Khusus parenting. Mengelolanya menjadi lebih mudah. Ini berhubungan dengan dua tahap perencanaan selanjutnya.

Kedua, Menentukan Kata Kunci. Meski banyak yang menganggapnya bukan sebagai tujuan utama, namun setiap blogger pasti ingin tampil di halaman-halaman awal mesin pencari.
Menjawab keinginan inilah, ketika merencanakan sebuah blog, seorang blogger wajib memikirkan kata kunci yang tepat, mudah dicari, dan tetap sesuai topik blog. Saran untuk bagian ini adalah tidak menggunakan kata kunci yang sudah ramai dipakai atau bahkan sering jadi sajian media massa besar. Harus menjadi lebih khusus. 
Bagaimana mengetahui kata kunci atau keyword yang "mudah dikelola" adalah soal yang panjang. Barangkali sepanjang jalan menuju rumah kekasih yang tepat. Dari sepuluh gebetan, arah mana yang akan kau pilih? Cie cie cieee.

Setelah menentukan kata kunci atau keyword tadi, tugas pada saat membangun blog nantinya adalah memakai kata kunci tersebut di setiap post blog. Akan ada kemudahan seperti link do follow, rel no follow dan lain sebagainya, tetapi itu nanti saja baru dibahas. Sekarang? Pikirkan kata kunci apa yang ingin direbut. Mengatasi galau karena patah hati? Coba cek di mesin pencari. Masih mungkinkah bersaing dengan kata kunci itu?

Ketiga, Menentukan Pembaca. Setelah topik dan tema, tugas terakhir pada bagian merencanakan blog ini adalah menentukan pembaca. Bisa memakai teori dasar-dasar pemasaran atau sumber-sumber lainnya.

Pada bagian ini, Anda akan dengan mudah merencanakan konten, teknik penulisan, bahasa, gaya, dan hal-hal lainnya. Blog dengan rencana pembaca anak muda tentu tidak disarankan untuk terlalu banyak membahas Broery Marantika dan Dewi Yul. Kenapa tidak bicara tentang surat-surat terbuka yang kau kirim untuk Raisa? Begitulah.

Dengan mengetahui siapa pembaca yang Anda rencanakan terjaring ke blog Anda, peluang memaksimalkan keyword akan dapat dilakukan dengan baik. Tujuannya tentu saja memperoleh pengunjung organik; pengunjung situs yang di peroleh secara alami berdasarkan pencarian query atau keyword di mesin pencari seperti google.

Well, kira-kira begitu. Tiga hal tersebutlah yang wajib dipikirkan ketika berencana membuat blog atau menjadi blogger. Tetapi kalau sudah telanjur terjun dan sudah memiliki domain, dan sudah kadung diisi materi rumpu-rampe, belum terlambat untuk melakukan tiga hal tadi. Toh, perbaikan selalu dapat dilakukan sambil jalan.

Kali ini, kita sampai di sini dulu. Bahasan lain akan hadir di seri menjadi blogger selanjutnya. Akan ada cerita tentang bagaimana membangun blog yang telah direncanakan. Menarik, bukan? Bukaaan!  Akhirny, selamat berjuang dan salam buat Raisa. Halaaah...

Salam
Armin Bell
Ruteng, Flores

Catatan:
  • Seperti bagian ketujuh, bagian ini juga telah dibahas dalam diskusi Mengelola Blog bersama Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP St. Paulus Ruteng, Sabtu, 26 Mei 2018.
  • Catatan Menjadi Blogger yang hadir di ranalino.id berawal dari pertemuan serupa setahun silam di STKIP St. Paulus Ruteng. Pertemuan tersebut telah melahirkan beberapa blogger Ruteng yang semakin produktif menulis. Saya senang.
  • Saya berterima kasih kepada Marcelus Ungkang, Dosen Sastra di PBSI STKIP St. Paulus Ruteng untuk kesempatan berbagi di kampus mereka.

Blogger Ruteng

0 Komentar:

Post a Comment