Menjadi Blogger Tidak Akan Buat Seseorang Mendadak Keren Bagian Keenam

Setelah sekian lama, akhirnya berhasil juga saya menulis lanjutan seri Menjadi Blogger. Kita tiba di bagian keenam. Bagian ini akan membahas tentang kode html, adsense, blogwalking, pertemanan, sampai soal konten adalah raja blog. Mari...
menjadi blogger tidak akan buat seseorang mendadak keren bagian keenam
Kita tidak bisa mendadak keren. Perlu belajar selfie dengan baik. Itu.

Menjadi Blogger Tidak Akan Buat Seseorang Mendadak Keren Bagian Keenam


Pada bagian sebelumnya, saya berbagi perjalanan saya di ranah blog. Beberapa alamat yang pernah saya pakai kemudian mati saya ceritakan di bagian kelima. Beberapa blog terdahulu saya memang mati. Mengapa mati? Ada yang mati karena masalah paling sepele tetapi paling sering terjadi di dunia internet Indonesia yakni lupa password, ada hilang karena platform penyedia free blogging-nya berubah jadi lapak dagang.

Atas kumpulan pengalaman-pengalaman aneka rasa itulah ranalino.id ini dibangun dengan lebih hati-hati. Mulai dari penataan laman, penyusunan kategori, sampai belajar utak-atik html. Apa itu html? Haa... itu pertanyaan saya pertama kali ketika mulai bikin ranalino.id.

Bayangkan! Setelah sekian banyak blog, saya baru mulai utak-atik barang bernama html code ini di blog yang ini. Sungguh terlambat. Tetapi better late than being never, bukan? Akibat keterlambatan inilah saya menjadi sering terlambat tidur. Harus melakukan blogwalking ketika tak ada lagi yang jalan-jalan di sekitar saya.

Ini hal wajib bagi para blogger. Melakukan blogwalking. Alasannya sesungguhnya sudah pernah dibahas di Menjadi Blogger Tidak Akan Buat Seseorang Mendadak Keren Bagian Keempat. Tetapi saya ceritakan saja lagi tentang blogwalking itu di sini. As a reminder.

Meski banyak yang menggunakan waktu blogwalking mereka untuk sekedar meninggalkan jejak, saya tidak berusaha menirunya. Pada kegiatan itu, yang saya lakukan adalah mencuri. Ya. Mencuri. Curi ilmu. Cie cieee... Ini istilah biasanya ramai dibicarakan oleh para seminari tompok, sebutan untuk mereka yang pernah sekolah di Seminari Kisol tetapi tidak sampai tamat. Kita pi curi ilmu di Kisol. Luar biasa. *smile.

Anyway, yang saya curi dari sekian banyak blog yang saya kunjungi adalah soal html code tadi. Kemudian soal-soal lain, sampai bagaimana kita bisa berhasil merayu google agar dipilih menjadi salah satu publisher mereka untuk Adsense. Ketika sampai di bagian ini, saya sesak napas. Ternyata ngeblog mendatangkan manfaat ekonomi.
Adsense itu secara sederhana berarti: blog kita akan dipakai oleh google untuk memasang iklan-iklan klien mereka. Ada share keuntungan. Berapa besar penghasilan dari Adsense? Saya tidak tahu pasti. Tetapi melihat banyak media massa daring memanfaatkannya, saya menduga pasti baik.
Buat blogger pemula seperti saya, harapannya, Adsense bermanfaat untuk bantu-bantu beli paket data. Maka saya mendaftar. Ditolak. Mendaftar lagi. Ditolak lagi. Berkali-kali. Seperti pengalaman beberapa teman yang berusaha menembak gebetan mereka tetapi sudah ditolak sebelum sesi pengungkapan dimulai. Sedih sekali. Saya blogwalking lagi. Beberapa artikel menyarankan untuk berusaha terus. Ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu.

Soal saya dengan Adsense ini adalah saya tidak tahu harus mengetuk pintu mana lagi. Copy paste script dari tempat lain sudah. Ganti judul artikel berbau violence sudah. Hapus postingan vulgar sudah. Aku harus bagaimana? Tiba-tiba saya ingin menulis surat untuk Starla tentang rambutnya yang tetap panjang meski tak hitam lagi. Tetapi itu lirik lagu. Oh...

Pada titik inilah seorang bloger harus menyadari, keinginan itu abadi tetapi kemampuan itu fana. Blogwalking diistirahatkan dulu. Sekian banyak artikel tentang ngeblog adalah semata-mata hibrida. Dari blogger terkenal ke blogger terkenal lainnya ke blogger yang ingin terkenal hingga ke blogger yang merasa diri terkenal. Mereka hanya ubah satu dua kalimat, selebihnya paste lurus matipunya.

Angkat telepon dan hubungi ahlinya. Saya punya teman. Dia jago. Namanya Guns. Blognya bernama marselgunas.com. Itu yang dia kelola sendiri. Yang lain? Hmmm... sa cerita tidak e? Pokoknya, saya kenal dia sebagai salah seorang alumni STKIP St. Paulus Ruteng yang sukses di dunia perinternetan. "Bisa tolong periksa ranalino.id?" Tanya saya penuh harap. Guns setuju.

Pekerjaan larut malam hingga dinihari dilakukan. Dia periksa kesehatan di html, saya periksa kesehatan di konten. Lalu saya coba lagi. Permohonan Adsense saya DITERIMA! Sodara-sodari pernah lihat beberapa iklan sempat wara-wiri di ranalino.id, bukan? Itu hasilnya. Ada rupiah yang tercatat sebagai milik saya di akun Adsense saya. Horeeee...

Saya mendadak bersemangat. Review iklan, blok iklan-iklan tak senonoh yang omong soal empat jam tanpa setetes, sampai malu-malu waktu ada iklan mengatasi uban di usia yang belum pantas. Klik sana klik sini, saya terpeleset melakukan klik pada iklan sendiri. Dihukumlah saya oleh google. Yang mengklik iklan di blog sendiri akan di-suspend.

Your account is temporarily suspended - as a result of this suspension, ad serving is disabled. Please look into the reasons for the suspension in the Policy Center. Itu pesan tim Adsense. Di email mereka jelaskan alasannya. Klik yang tak seharusnya. Klik dilakukan sendiri oleh pemilik blog.
Seharusnya, klik iklan itu hanya dilakukan oleh pembaca yang memang tertarik dengan isi iklannya, dan bukan oleh teman-teman seperjuangan yang diarahkan melakukan klik. Itu namanya bom klik dan tidak fair untuk rekanan google yang menitipkan iklannya pada mereka. Fair enough.
Maka saya meyakinkan diri untuk menerima masa suspend ini dengan hati lapang. Seumpama seseorang yang menunggu hati kekasihnya membaik. Kekasihnya itu baru saja bilang, "Kita break dulu. Kamu udah banyak bikin aku kecewa. Sampai jumpa tiga puluh hari kemudian, ya." Ya, saya memang salah. Telah menjadi bloger yang tidak keren. Berusaha mencari uang dengan cara-cara yang merugikan para pemasang iklan. Maafkan.

Atas pengalaman ini, saya menyadari beberapa hal yang sebaiknya kita pikirkan ketika ingin menjadi bloger serius. Blogger yang bisa mendapatkan manfaat ekonomi. Saya urut caranya dari yang paling dasar hingga terakhir. Mulai dari blogwalking, html code, adsense, sampai pada konten blog adalah raja. Yup! Konten adalah segalanya. Mari kita simak 11 hal yang sebaiknya dilakukan jika ingin menjadi bloger serius berikut ini.
  1. Lakukan blogwalking saat akan membangun sebuah blog. Yang sudah punya masih baru di dunia blogging juga sebaiknya melakukannya.
  2. Berlatih mengutak-atik html, mengatur tata letak, dan meminta review dari teman-teman Anda tentang tingkat kenyamanan mereka membaca.
  3. Jika dapat, bangun blog yang bertema spesifik. Blog ranalino.id tidak spesifik. Karena itulah dia agak berdarah-darah untuk bisa masuk ke mesin pencari.
  4. Blogging itu sesuatu yang serius. Jangan main-main. Ada peluang menjadi Adsense Publisher dan ada uang di sana. Tidak banyak mungkin. Tetapi kalian pikir para youtuber itu hidup dari mana? Dari satu dua rupiah per-view. Blogger bisa dapat dari klik (meski saya belum berhasil sungguh).
  5. Jangan menyerah. Blogger adalah mereka yang rela kehilangan banyak waktu sosial di bagian awal dan kemudian menjadi menjadi influencer. Metamorfosis yang baik, bukan?
  6. Jalin pertemanan dengan para blogger pendahulu. Orang-orang yang lebih awal kehilangan banyak kopi dan kue di malam-malam yang panjang.
  7. Jaga konten blog Anda. Menjadi blogger tidak berarti Anda akan mendadak keren. Tetapi tugas setiap manusia adalah menjadi berarti bagi komunitasnya. Konten blog positif akan sangat bermanfaat bagi orang lain.
  8. Sekali lagi tentang konten. Bagian utama kegiatan blogging itu adalah konten, spread your word to the world, make change. Hindari curhat tak penting di blog. Bisa jadi curhatan itu akan membuat kita populer tetapi apakah manfaatnya bagi sesama selain kita dikasihani?
  9. Jangan klik iklan Anda sendiri. Jangan pengaruhi teman-teman Anda melakukannya. Itu dosa blogging. Akun Anda akan di-suspend.
  10. Jika penawaran Adsense ditolak, jangan berhenti ngeblog. Hidup tidak selesai di sana. Tunggu saja. Berlakulah seperti lima gadis bijaksana yang menyalakan pelita dan membawa minyak cadangan di buli-buli mereka. Tahu kisah ini, bukan? Tetap menulis. Dengan konten yang hebat, tentu saja.
  11. Konten adalah segalanya. Meski tata letak, struktur kode, dan hal-hal teknis lainnya dipakai sebagai pertimbangan Adsense, hampir seluruh blogger yang sudah makan asam garam kehidupan internet bersepakat: Konten blog itu raja.
Bagaimana. Sudah cukup? Rasanya sampai di sini dulu untuk saat ini. Tetapi tidak selesai. Di ranalino.id ini saya akan tetap membagi pengalaman tentang menjadi blogger. Ya, tidak akan bikin seseorang mendadak keren, tentu saja. Tetapi dengan menjadi blogger, ide-ide yang ada di kamarmu dapat dipercakapkan di ruang publik, menjadi diskusi. Bersyukurlah jika sesekali viral. Itu!


Salam
Armin Bell
Ruteng, Flores

0 Komentar:

Post a Comment