Jawaban Tim Kirim Budi Setelah Membaca Surat Terbuka untuk Najwa Shihab

Beberapa jam setelah surat terbuka untuk Najwa Shihab yang unggah di ranalino.id, saya dapat kabar bahwa Tim Kirim Budi (program pengiriman 10.000 flashdisk untuk pendidikan Indonesia) ikut membaca surat itu. Mereka lalu membalasnya.
jawaban tim kirim budi surat terbuka untuk najwa shihab
Balasan atas Surat Terbuka dari Ruteng untuk Najwa Shihab

Jawaban Tim Kirim Budi Setelah Membaca Surat Terbuka untuk Najwa Shihab


Sebelum mendapat balasan tersebut hari ini, Ibu Najeela Shihab menghubungi saya via Whatsapp. Sehari setelah surat terbuka untuk Najwa Shihab itu di-share ribuan kali. Kami terlibat dalam percakapan seputar pendidikan, termasuk apa yang mungkin bisa dilakukan tim mereka di kampung saya.

Saya sempat mengetahui informasi tentang keterlibatannya di kegiatan pendidikan dari berbagai media, lalu mengerti bahwa Ibu Najeela terlibat di Semua Guru Semua Murid, inibudi.org dan beberapa lagi. Tidak ada percakapan detail tentang Surat Terbuka dari Ruteng untuk Najwa Shihab yang saya unggah sebelumnya. Ibu Najeela bilang telah membacanya dan mengerti tentang miskonsepsi yang mungkin terjadi.

Kemudian saya tawarkan ide agar jawaban atas surat terbuka itu dibuat (sehingga informasi yang diterima pembacanya lebih berimbang) dan dimuat di ranalino.id. Ibu Najeela Shihab setuju. Kepada saya diberikan nomor kontak seorang dari tim Kirim Budi bernama Farli. Farli juga saya sebut namanya di surat terbuka itu.
Dari Farli Sukanto saya mendapat email. Ada enam belas poin jawaban, termasuk bahwa program ini untuk daerah berlistrik dan sekolah-sekolah yang memenuhi kriteria penerima. Poin ini saya highlight karena persis itu soal yang saya ceritakan dalam surat terbuka. 
Dan, sebagai program yang bermain di ruang publik, baik sekali kalau semakin banyak orang terlibat dalam diskusi tentangnya. Tujuannya sama, agar kebaikan niat menghasilkan kebaikan sepenuhnya.

Karena itu, setelah Anda membaca jawaban berikut ini, silakan terlibat dalam diskusinya. Blog ranalino.id telah membuat satu kategori khusus bernama Kirim Budi dan tulisan atau komentar Anda dapat dimuat di blog ini. Sebelum mulai membuat artikel tanggapan, yuk simak 16 jawaban Tim Kirim Budi berikut ini.

FAQ (Frequently Asked Question) Kirim Budi


1. Kenapa sih kirim flashdisk?
Tujuan utama program KirimBudi adalah penyebaran materi belajar yang berkualitas.Dan untuk menyimpan materi tersebut dibutuhkan alat penyimpanan. Flashdisk merupakan tempat penyimpanan data yg bisa memuat banyak data dan ukurannya kecil sehingga relatif mudah dibawa ke mana saja dan secara biaya relatif terjangkau.

2. Memang mereka punya komputer?
Hasil kajian yang dilakukan PSPK (Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan) pada siswa Indonesia berdasarkan data TIMSS menunjukkan bahwa tren penggunaan komputer di sekolah terus meningkat, hal ini sejalan bahwa siswa Indonesia menggunakan komputer, baik secara langsung maupun menggunakan komputer yang digunakan oleh tenaga pengajar. Tim KirimBudi bekerjasama dengan relawan, serta komunitas dan organisasi pendidikan untuk menyasar ke daerah-daerah yang di sekolahnya sudah dilengkapi dengan komputer tetapi tidak memiliki akses internet.

3. Memang ga ada internet?
Hasil survei ACDP pada 2016 menunjukkan bahwa sekitar 48.000 sekolah di pelosok Indonesia saat ini tidak memiliki akses Internet. Tim KirimBudi juga telah berkoordinasi dengan pengajar dan relawan lokal di berbagai daerah; pengalaman menunjukkan minimnya akses internet cukup menyulitkan dalam pencarian konten edukasi.

4. Kan bisa lihat YouTube lewat handphone?
Dari data tersebut (jawaban nomor 3), jaringan internet di daerah yang akan menerima flashdisk tergolong belum stabil (belum ada), sehingga tidak semua orang bisa mengakses konten via YouTube ataupun situs lain dengan mudah.

5. Apa isi flashdisknya?
Flashdisk akan diisikan video belajar yang dapat digunakan sebagai penunjang proses belajar dan mengajar. Selain itu, terdapat pula materi video profesi yang bisa menjadi referensi dalam menentukan pilihan jurusan atau profesi yang akan dipilih. Dan konten yang dalam flash disk juga bisa menjadi referensi bagi siswa dan guru yang meski memiliki akses internet namun membutuhkan referensi materi belajar yang telah dikurasi.

6. Memang isi flashdisknya sesuai dengan kurikulum?
Betul sesuai kurikulum, karena video ini di maping mengacu pada kompetensi dasar. Sebagai contoh:

jawaban tim setelah membaca surat terbuka untuk najwa shihab
Tabel: Kesesuaian Flashdisk Budi dengan Kurikulum

7. Kemana saja flashdisk ini di kirim?
Tim KirimBudi akan membuka pendaftaran bagi siapapun yang bersedia menjadi
distributor flashdisk ke sekolah-sekolah yang memenuhi kriteria penerima (memiliki perangkat komputer/laptop tapi terbatas akses internetnya).

8. Ini kan untuk kepentingan pendidikan, kok pemerintah ga bantu? Kenapa pemerintah ga langsung aja danai semuanya?
Sebagai informasi, alokasi APBN 2017 untuk pendidikan adalah 20% atau 416,6 T, ini terbagi menjadi beberapa pos seperti 268,4 T atau 64,5 % transfer ke daerah (akan dibagi ke beberapa pos kembali), 39,8T atau 9,6% ke kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 50,4 T atau 12,1% ke Kementerian Agama, 38,7 T atau 9,3% ke Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi, dan selebihnya ke kementerian lain. Anggaran ini dikelola sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah untuk pendidikan. Program Kirimbudi didesain untuk menjadi salah satu cara agar kita semua dapat ikut berpartisipasi dalam pendidikan dan berkolaborasi dengan pemerintah. Karena pendidikan adalah tanggung jawab kita, bukan hanya pemerintah.

9. Apa bukti flashdisk ini dikirim ke sekolah yang memang membutuhkan?
Secara berkala, kamu bisa melihat kabar perkembangan kampanye ini pada kolom update di kitabisa.com/kirimbudi.

11. Mengapa harus flashdisk, dan bukan bentuk lain (misal buku, komputer, dll)? 
Karena flashdisk dapat memuat banyak konten dan bentuknya relatif kecil sehingga mudah disebarkan ke mana saja. Dalam flash disk ini memuat materi belajar dalam bentuk audio visual (video) dan riset menunjukkan bahwa belajar dengan metode visual ini lebih mudah dipahami 4 kali lipat daripada belajar dengan menggunakan teks. Selain itu penggunaan flashdisk ini menjadi jembatan bagi adik-adik kita yang saat ini belum terpapar oleh teknologi untuk kelak seiring berjalan dengan waktu akan menggunakan teknologi dalam keseharian.

12. Bagaimana jika di daerah sulit listrik?
Untuk daerah yang sulit listrik maka masalah yang perlu diselesaikan terlebih dahulu adalah pengadaan listrik yang tentunya juga sedang diusahakan oleh pihak yang berwenang. Program KirimBudi fokus pada kondisi yang telah tersedia listrik, memiliki komputer namun belum terakses internet dengan baik.

13. Kenapa tidak mendatangkan guru/relawan pengajar saja ke daerah?
Mendatangkan guru langsung memang baik namun pasti jumlahnya akan terbatas
karena membutuhkan dana yang besar. Lewat KirimBudi, relawan atau pengajar yang datang bisa lebih banyak (dengan virtual), dan bisa memfasilitasi guru di daerah tersebut untuk menambah referensi ajar sehingga dapat membangun sumber daya manusia di daerah tersebut juga.

14. Bagaimana jika flashdisk rusak atau hilang?
Dalam distribusinya satu sekolah akan menerima lebih dari 1 flashdisk, selain untuk antisipasi kerusakan juga agar guru-guru yang ingin menggunakan flashdisk tersebut tidak perlu menunggu untuk bergantian.

15. Apakah saya bisa menyumbang dalam bentuk flashdisk?
Dari pengalaman sebelumnya, pengumpulan dalam bentuk flashdisk tidak seefektif dalam pengumpulan bentuk dana yang dibelikan flashdisk sesuai spesifikasi dan kebutuhan menampung materi.

16. Saya ragu, apakah betul ini distribusinya akan tepat sasaran?
Untuk memastikan progresnya, bisa dilihat secara berkala pada laporan dari kami baik lewat kitabisa.com/kirimbudi ataupun akun media sosial: Instagram: KirimBudi, Facebook page: Kirim Budi

Itu dia 16 jawaban yang saya terima dari Tim KirimBudi. Seperti yang telah saya ceritakan di atas, semua bisa terlibat dalam diskusi yang menarik tentang program ini. Paling tidak, ada dua alasan mengapa kita sebaiknya terlibat. Pertama, program ini berada di public domain. Kedua, pembiayaannya menggunakan fundrising via kitabisa.com.

Salam
Armin Bell
Ruteng, Flores

Anda bisa berpartisipasi dengan mengirim tulisan/komentar Anda untuk diunggah ke kategori Kirim Budi di blog ini. Kirim email ke: armin.ranalino@gmail.com dengan subyek: KirimBudi [spasi] Judul Tulisan Anda.

Blogger Ruteng

0 Komentar:

Post a Comment