Naskah Tablo Paskah "Yang Tak Pernah Pergi", Mengenang Kisah Sengsara Yesus

Ini adalah naskah tablo mengenang kisah sengsara Yesus Kristus. Naskah ini berjudul "Yang Tak Pernah Pergi" dan terdiri dari enam babak yang merangkum empat belas perhentian jalan salib. Tablo ini dipentaskan pertama kali oleh OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng bersama Komunitas Saeh Go Lino pada hari Jumat, 23 Maret 2017 di Gereja Katedral Ruteng.
naskah tablo paskah yang tak pernah pergi jalan cerita
Scene "Pengadilan Magdalena" | Foto: Haris Saputra

Naskah Tablo Paskah "Yang Tak Pernah Pergi", Mengenang Kisah Sengsara Yesus


Oleh: Armin Bell

Babak Satu: Jalan Cerita


Di lapangan. Ada dua titik kerumunan. Di titik satu orang-orang berdiri dalam formasi setengah lingkaran, di depan mereka seorang perempuan bersimpuh, menunduk. Di titik dua, orang-orang terlibat dalam transaksi jual beli.

Narator:
Ingatan adalah yang tak pernah pergi// Seperti gambar-gambar tua yang tertutup debu-debu riuh/ kembali kala angin meniup pergi suara-suara ramai/menyisakan hening// Gambar-gambar bergerak menawarkan cerita// Banyak cerita// Juga tentang Dia yang menyerahkan diri di Getsemani pada/ kehendak Bapa// Kau lalu mengerti mengapa ada yang benci sebesar itu—dunia tak akan pernah sama bagi orang-orang berbeda// Gambar-gambar adalah/ ingatan yang datang menepuk pundakmu// “Kau ingat ini?”// Tanya mereka/ mengetuk sadarmu: tak ada satu pun di semesta yang terjadi begitu saja// Semua ada alasannya// 

Lagu "Remember Me" (Music written by James Horner, lyric by Cyntia Weil) diinyanyikan sebagai latar Babak I.
Di titik satu, sekelompok orang sedang berdiri mengelilingi perempuan yang bersimpuh. Bergosip tentangnya, berniat merajamnya. Orang-orang itu adalah tokoh masyarakat dan orang-orang Yahudi. Di titik dua, seorang lelaki buta sedang berusaha melintas jalan dengan tongkatnya di kerumunan orang-orang yang sedang berjualan. Yesus ditemani tiga rasulNya menghampiri kerumunan di titik satu dan mendapat penjelasan dari imam-imam kepala tentang apa yang mereka lakukan.

Imam Kepala 1:
(Bicara pada Yesus sambil menunjuk perempuan yang sedang berlutut) Perempuan ini. Perempuan ini telah berzinah. Dia telah melanggar hukum Taurat.

Imam Kepala 2:
Dan bukankah Engkau mengetahui setiap kata yang tertulis dalam kitab itu? Menurut hukum itu, dia, perempuan ini, harus dirajam!

Kerumunan ikut bicara tentang Yesus yang selalu “mengikuti aturan” dan karena itu diminta untuk merajam perempuan itu. Seseorang perempuan memberi sebuah batu pada Yesus. 

Yesus:
Jika ada di antara kalian yang tak pernah bersalah, jadilah yang pertama melempar batu ini. (Lalu membungkuk, meletakkan batu di depan perempuan yang sedang berlutut, kemudian melangkah mundur, menulis sesuatu di tanah).

Yesus masih menunduk ketika kerumunan bubar perlahan dalam tiga kelompok yang berbeda. Kelompok pertama terdiri dari para perempuan berpakaian hitam-hitam--perempuan-perempuan Yerusalem yang menangis (menuju titik perhentian 8), kelompok kedua berpakaian warna-warni--kelompok penghujat, laki-laki dan perempuan, (menuju titik awal penangkapan bergabung bersama para serdadu); akan menjadi penghujat, kelompok ketiga adalah dua orang imam kepala (menuju titik dua). Yesus berdiri tegak saat seluruh kerumunan pergi, menyentuh pundak perempuan yang masih bersimpuh dan memintanya pergi. Perempuan itu memeluk kaki Yesus dan menangis sebelum bergerak ke titik perhentian 8. Yesus dan tiga rasul bergerak ke titik dua. Di titik dua, Yesus menyembuhkan seorang buta, membalikkan meja-meja para pedagang. 

Yesus:
Inikah yang kalian lakukan untuk menghormati BapaKu? Di rumahNya yang Kudus, yang kalian cari adalah kesenangan-kesenangan pribadi. Kenapa tidak berusaha mendengarNya dalam keheningan? “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Luk. 19:46).

Kerumunan bubar dengan formasi seperti di titik satu. Barabas masuk, berteriak-teriak mengacaukan kerumunan Dua prajurit menangkap Barabas dan membawanya ke rumah Pilatus. Imam Kepala bergabung dengan rombongan penghujat. Yesus dan tiga rasul menuju Getsemani. Ketika lagu “Remember Me” selesai, Yesus mulai berdoa, tiga rasul bergerak menjauh dan tidur.

Yesus:
Bapa, jikalau boleh, biarlah cawan ini lalu dari padaku. Tetapi bukan, kehendakKu, melainkan kehendakMu. Terjadilah!

naskah tablo paskah yang tak pernah pergi getsemani yang sendu
Scene "Yesus Berdoa di Getsemani" | Foto: Haris Saputra

Babak Dua: Getsemani yang Sendu


Yesus selesai berdoa, mendapati tiga rasulNya sedang tidur nyenyak. Ia membangunkan mereka.

Yesus:
Bangunlah. Tak sanggupkah kamu berjaga bersamaKu malam ini? Waktunya telah tiba. Orang yang menyerahkan Aku sudah datang. Anak manusia akan diserahkan untuk menebus segala dosa. 

Yudas, Algojo, Orang Yahudi berjalan menuju Yesus, sambil berteriak dan menghujat nama Yesus.

Yudas, Imam Kepala dan Orang-orang Yahudi:
 (Berteriak, ribut, gaduh. Bawa tombak, obor dan tali). Tangkap Yesus! Tangkap Yesus! Yesus penghujat Allah! (Imam Kepala 1 memberi isyarat pada Yudas agar mendekat dan pergi mencium Yesus).

Yesus:
Lihatlah, orang yang menyerahkan Aku… (Yudas mencium Yesus. Hendak pergi, Yesus menahannya) …dia mengkhianatiku dengan ciuman. (Kepada Yudas) Engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman.

Petrus: 
(Terkejut) Yudas Pengkhianat! (Menyerang Yudas, seorang prajurit menghalanginya. Petrus memotong telinga prajurit itu. Yesus mendekat ke prajurit, menyembuhkan telinganya sambil memarahi Petrus).

Yesus:
Petrus! Sarungkan pedangmu! Bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepadaKu? (Petrus menyarungkan pedangnya, mundur. Yesus bicara kepada kerumunan yang hendak menangkapnya) Siapakah yang kamu cari?

Orang Yahudi: 
Yesus dari Nazareth! Yesus dari Nazareth!

Yesus: 
Akulah Dia.

Mereka semua maju lalu serentak jatuh, rebah ke tanah. Jeda.

Yesus: 
Bangunlah…. Siapakah yang kamu cari ?

Orang Yahudi:
Yesus dari Nazareth, Yesus dari Nazareth.

Yesus: 
Telah Aku katakan, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarlah mereka pergi.

Prajurit menangkap Yesus. Tidak tergesa-gesa. Kerumunan tidak banyak bicara. Hanya satu – dua orang yang menyerukan tuduhan pada Yesus.

Yesus:
Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang dengan senjata lengkap?

Orang Yahudi 1:
Kau penipu! Kau penghujat Allah! Kau harus dibunuh! Siksa Dia!

Kerumunan langsung berteriak-teriak, meminta prajurit menyiksa Yesus. Serdadu langsung membawa Yesus ke tempat pengadilan. Para algojo mulai memukul Yesus. Orang Yahudi tetap berteriak, melempar batu. Yesus dibawa ke Rumah Pilatus).

naskah tablo paskah yang tak pernah pergi tetapi kejahatan apa
"Tetapi kejahatan apa yang telah dilakukannya?" | Foto: Haris Saputra

Babak Tiga: Pilatus Tak Tahu Apa-apa


Di sepanjang perjalanan menuju Rumah Pilatus, Yesus disiksa, didera, diejek, dicemooh. Di rumah Pilatus mereka berteriak-teriak memuji Pilatus.

Narator:
Perhentian Pertama, Yesus Dihukum Mati. Kami memuji Dikau, Ya Kristus dan bersyukur kepadaMu… Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.

Pilatus:
Apa tuduhanmu terhadap orang ini?

Orang Yahudi 1:
Dia menghujat Allah. Dia mengaku sebagai Anak Allah. Dia menyebut dirinya Mesias. Dia menyebarkan ajaran sesat! (Kerumunan ikut meneriakkan tuduhan tersebut. Canon).

Pilatus menenangkan mereka dengan mengangkat kedua tangannya. Setelahnya, dengan satu tangan menopang dagu, tangan yang lain dia pakai untuk menunjuk seorang imam kepala. Memintanya memberi penjelasan.

Imam Kepala 1:
Orang ini mengaku dirinya raja. Dia mengacaukan rakyat dengan ajaran sesatnya!

Orang Yahudi 2:
(Menyambar. Berapi-api) Dia menghasut rakyat agar melawan Kaisar. Ajaran-ajarannya telah membuat banyak orang berbalik melawan Kaisar. Dia menyebut dirinya Raja.

Imam Kepala 2:
(Memberi isyarat agar kerumunan berhenti berteriak) Pilatus, yang terhormat. Orang ini (memegang/menepuk bahu Yesus) ingin berkuasa. Dia melawan Kaisar. Dia menghasut rakyat dengan menghujat Kaisar. Dia tak layak menjadi raja. (Disambung dengan teriakan kerumunan atas komando Orang Yahudi 1. Canon).

Pilatus: 
(Memberi isyarat agar kerumunan berhenti berteriak. Bicara kepada Yesus) Tidakkah Engkau dengar, betapa banyaknya tuduhan yang ditimpakan kepadaMu? Jeda. Benarkah Engkau ini raja?

Yesus: 
(Memandang Pilatus dengan tajam. Menantang) Apakah Engkau mengatakan hal itu dari hatimu sendiri? Jeda. Ataukah orang lain yang mengatakan kepadamu tentang Aku?

Pilatus: 
(Tersinggung. Marah) Apakah Engkau kira aku ini seorang Yahudi? Bangsamu dan Imam-imam kepalamu sendirilah yang menyerahkan Engkau kepadaku. Apa yang telah Engkau perbuat?

Yesus:
KerajaanKu bukan dari dunia ini. Jika kerajaanKu dari dunia ini, hamba-hambaKu pasti melawan supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi. Akan tetapi kerajaanKu bukan dari sini.

Pilatus: 
(Ping-pong) Jadi, Engkau adalah Raja?

Yesus: 
Engkau sendiri mengatakannya. Aku lahir dan datang ke dalam dunia ini untuk memberi kesaksian tentang kebenaran. Setiap orang yang berasal dari kebenaran, mendengarkan suaraKu.

Pilatus:
Apa itu kebenaran?

Yesus tak menjawab. Kerumunan kembali berteriak-teriak, meminta Pilatus menjatuhkan hukuman atas Yesus. Pilatus kebingungan. Mencari jawaban tentang “kebenaran”, sebelum kemudian memberi isyarat agar kerumunan berhenti berteriak.

Pilatus: 
Siapa yang kamu kehendaki, supaya aku membebaskan bagimu? Barabas atau Yesus yang kamu sebut Kristus ini?

Orang-orang Yahudi:
Barabas! Barabas! Barabas! Bebaskan Barabas bagi kami!

Pilatus: 
(Bicara pada diri sendiri) Jika demikian, apa yang kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus ini? (Claudia, istri Pilatus, mendekat. Memegang bahu Pilatus yang kebingungan).

Orang-orang Yahudi:
Salibkan Dia! Salibkan Dia! Bebaskan Barabas bagi kami!

Pilatus: 
(Kepada Claudia) Tetapi kejahatan apa yang telah dilakukannya? (Claudia menggeleng perlahan. Pilatus bertanya kepada Yesus) Apa yang Kau ajarkan? Apakah Engkau sungguh-sungguh raja orang Yahudi?

Orang Yahudi 1:
Tidak! Bukan! Penguasa kami hanyalah Kaisar. Penghasut ini harus engkau hukum. Jikalau tidak engkau bukanlah sahabat Kaisar.

Dilanjutkan dengan adegan pembebasan Barabas. Pilatus memberi isyarat kepada Prajurit Kepala untuk membebaskan Barabas dari tahanan.

Barabas: 
(Berjalan melintasi Pilatus dan Claudia menuju/menghadap Yesus. Berteriak kegirangan sembari mengolok-olok Yesus) Ha ha haaa…. Aku bebass. Aku bebas.

Claudia:
(Mendekati Pilatus) Lepaskan tanganmu dari perkara ini. Orang ini, orang benar. Dia bicara tentang kebenaran.

Pilatus:
(Melihat Claudia. Berbicara lirih) Tetapi apa itu kebenaran? Jeda. Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini. Aku akan mencambuk dan menyiksa Dia, lalu, akan kubiarkan Dia pergi. (Kepada Prajurit) Prajurit. Ambil dan Siksa Dia!

Babak Empat: Awal Sengsara


Yesus dibawa ke panggung penyesahan. JubahNya dibuka. Sebuah kain ungu dikenakan padaNya. Yesus dicambuk, diiring sorak-sorai orang-orang Yahudi. Di tengah adegan penyesahan, suara teriakan orang Yahudi berhenti perlaha. Choir menyanyikan lagu "Bukit Zaitun" ciptaan Wolly Parera. Lagu ini dinyanyikan dengan lembut agar suara cambuk, umpatan serdadu, dan jerit kesakitan Yesus terdengar. Setelah selesai lagu, penyesahan berhenti. Yesus dibawa kembali ke Rumah Pilatus.

Pilatus:
(Kaget, ngeri melihat wajah Yesus yang berdarah. Berbicara kepada kerumunan) Saudara sekalian, aku telah mencambuk dan menyiksa raja kalian. Sekarang saatnya aku akan membebaskan Dia.

Orang-orang Yahudi:
Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia! Ia harus mati sebab Ia menganggap diriNya Anak Allah. Jika tuan membebaskan Dia, tuan bukanlah sahabat Kaiser. Enyahkan Dia! Salibkanlah Dia!

Melihat usahanya sia-sia untuk membebaskan Yesus, Pilatus mencuci kedua tangannya di hadapan banyak orang. Claudia membawakannya handuk putih. Pilatus mengeringkan tangannya sambil berbicara kepada kerumunan orang Yahudi. 

Pilatus:
Aku tidak bersalah atas darah orang ini. Adililah Dia menurut hukummu. 

Orang Yahudi I:
Biarlah darahNya ditanggungkan atas kami dan anak-anak kami.

Orang-orang Yahudi: 
(Berteriak) Salibkanlah dia! Salibkan Dia!

Yesus dibawa ke titik perhentian pertama. Jubah Yesus dipakaikan lagi kepadaNya.

Narator:
Kasihanilah kami ya Tuhan, kasihanilah kami....Ya Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

Serdadu menyiapkan salib Yesus. Jeda.

Narator:
Perhentian Kedua, Yesus Memanggul SalibNya. Kami menyembah sujud Dikau ya Yesus dan bersyukur kepadaMu. Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.

 Masih di tempat yang sama. Serdadu membawa salib, meletakkannya dengan kasar di bahu Yesus.

Serdadu 1: 
(Memakaikan jubah dan memahkotai Yesus dengan mahkota duri) Salam Hai Raja Orang Yahudi (Lalu menampar Yesus).

Serdadu 2:
Hei Mesias… Buatlah mukjizat, supaya kami semua percaya bahwa Engkau adalah Anak Allah. (Tertawa congkak) Ayo, pikul salibnya.

Yesus memikul SalibNya, para Algojo mengawal Yesus, Orang Yahudi berteriak mengolok-olok Yesus. Lagu dari Dere Derani, "Dere Salang Panggol": Yesus, Ite pola panggol mendo.Ami iyo agu suju, Ite mori sambe go. Yo, Yesus ge...

Narator:
Kasihanilah kami ya, Tuhan, Kasihanilah kami. Ya, Allah ampunilah kami orang berdosa.

Penyiksaan pada Yesus terus dilakukan oleh serdadu, diiringi sorak-sorai orang-orang Yahudi. Sampai di titik perhentian, Yesus jatuh. Orang-orang Yahudi tertawa kegirangan.

Narator:
Perhentian ketiga, Yesus Jatuh di Bawah Salib. Kami menyembah sujud Dikau ya Yesus dan bersyukur kepadaMu. Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.

Serdadu memukul Yesus, menginjak salibNya.

Orang Yahudi 1:
Hai bangsat! Ayo bangun!

Imam Kepala 1:
Lihatlah… Raja Bangsa Yahudi... Terjatuh… (Tertawa panjang, diikuti tawa kerumunan).

Serdadu Kepala:
Hei… Bangun. Pikul salib itu.

Yesus perlahan bangun, memikul salibNya.

Narator:
 Kasihanilah kami ya, Tuhan. Kasihanilah Kami... Ya, Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

naskah tablo paskah yang tak pernah pergi perempuan menangis
Perempuan-perempuan yang menangis | Foto: Haris Saputra

Babak Lima: Orang-orang Terkasih


Yesus memikul salibNya. Disiksa para serdadu menuju ke titik perhentian keempat. Orang-orang Yahudi terus berteriak. Teriakan berangsur menghilang ketika Bunda Maria berjalan perlahan menuju titik pertemuan.

Narator:
Perhentian Keempat, Yesus Berjumpa dengan IbuNya. Kami menyembah sujud Dikau yang Kristus dan bersyukur kepadaMu....Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.

Bunda Maria menangis. Memeluk Yesus. Di sepanjang adegan itu, para serdadu menunduk. Larut dalam haru. Orang Yahudi juga demikian. Yesus ikut terisak. Lagu "Via Dolorosa" (komposisi Billy Sprague dan Niles Borop) dinyanyikan sampai selesai.

Narator:
Kasihanilah kami ya Tuhan, Kasihanilah kami.... Ya Allah, Kasihanilah kami orang berdosa.

Seorang serdadu memaksa Yesus kembali berjalan. Meminta Maria menyingkir dari jalan salib. Maria dipapah Rasul Yohanes, masih menangis, mengikuti jalan salib dari kejauhan, berjalan di belakang orang-orang Yahudi. 

Di satu titik, Simon dari Kirene dan anaknya melihat jalan salib dari kejauhan. Pada titik perhentian kelima, Yesus berhenti. Kelelahan, tidak bisa lagi berjalan sambil memikul salibnya. Serdadu menghentikan penyiksaan. Serdadu Kepala memeriksa Yesus lalu khawatir Yesus tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Golgota.

Serdadu Kepala:
(Setelah memeriksa kondisi Yesus. Berbicara pada diri sendiri) Orang ini kelelahan. Dia takkan sanggup sampai ke Kalvari. (Melihat ke para serdadu lalu menunjuk seorang serdadu). Cari seseorang untuk membantuNya memikul salib ini.

Serdadu yang ditunjuk mencari dan menemukan Simon dari Kirene. Memaksa Simon memikul salib. Anak Simon berusaha menahan namun disingkirkan dengan kasar. Simon 'terpaksa' menolong Yesus.

Narator:
Perhentian Kelima, Yesus Ditolong Simon dari Kirene. Kami menyembah sujud Dikau ya Yesus dan bersyukur kepadaMu... Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.

Serdadu terus mencambuk hingga. Yesus kelelahan dan jatuh berlutut tepat di titik perhentian keenam. Saat itu Simon terjatuh juga dan melepas salib. Simon diusir para serdadu. Dia segera mencari anaknya lalu mengikuti jalan salib bersama Maria dan Yohanes di belakang orang Yahudi. Siksaan perlahan dihentikan. Orang Yahudi tetap melempar-lempar Yesus. Veronica berjalan ke titik itu.

Narator:
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.... Ya, Allah kasihanilah kami orang berdosa.

Veronika mendekat perlahan. Dengan langkah ragu. Lalu akhirnya berhasil menembus barisan serdadu. Memberi Yesus minum. Pada gelas kedua, seorang serdadu datang merampas gelas. Aksinya dihentikan oleh Serdadu Kepala. Ratapan "Ovos" dimulai.

Narator:
Perhentian keenam, Veronika mengusap wajah Yesus. Kami menyembah sujud Dikau ya Kristus dan bersyukur kepadaMu.... Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.

Serdadu Kepala mendekat, mengambil kendi air. Veronika membersihkan wajah Yesus dengan kain yang dibawanya. Setelah beberapa saat, Serdadu Kepala memintanya keluar. Veronika keluar sambil menunjukkan wajah Yesus yang telah tertera dalam kain yang dipakainya mengusap wajah Yesus. Yesus dipaksa memikul salibNya. Sampai Ovos selesai, semua adegan dilakukan tanpa suara/dialog. Veronica bergabung dengan Bunda Maria dan Yohanes, mengikuti jalan salib dari kejauhan/di belakang para penghujat.

Narator:
Kasihanilah kami ya, Tuhan, kasihanilah kami.... Ya, Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Serdadu mulai lagi mencambuk Yesus. Di titik perhentian ketujuh, seorang serdadu menendang salib Yesus hingga Dia terjatuh. Orang Yahudi tertawa kegirangan, berteriak-teriak.

Narator:
Perhentian ketujuh, Yesus jatuh kedua kalinya di bawah salib. Kami menyembah sujud Dikau ya Kristus dan bersyukur kepadaMu.... Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.

Lagu dari Dere Derani, "Dere Salang Panggol": Yesus, Ite roba sua ngkali'n. Ami iyo agu suju, Ite mori sambe go. Yo, Yesus ge...

Narator:
Kasihanilah kami ya, Tuhan, kasihanilah kami.... Ya, Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Serdadu memaksa Yesus bangkit, melanjutkan jalan salib, diiringi teriakan orang Yahudi atas komando Imam Kepala 1 dan 2. Yesus sangat kelelahan dan berhenti. Perempuan-perempuan Yerusalem mendekatiNya dan menangis.

Narator:
Perhentian kedelapan, Yesus menasihati wanita-wanita yang menangis. Kami menyembah sujud Dikau ya, Kristus, dan bersyukur kepadaMu.... Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.

Serdadu tidak lagi menyiksa Yesus. Suara-suara orang Yahudi juga berhenti. Yesus memandang perempuan-perempuan yang menangis. Ada Maria Magdalena di antara mereka.

Yesus:
(Dengan suara berat, terbata karena kelelahan) Jangan tangisi Aku. Tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu.

Narator:
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.... Ya, Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Serdadu Kepala mengusir kerumunan perempuan yang menangis. Mereka menyingkir dan hendak bergabung di rombongan Bunda Maria. Yesus mulai dicambuki lagi. Orang Yahudi kembali berteriak-teriak. Salib Yesus ditendang lagi dan Yesus jatuh.

Perempuan-perempuan yang menangis dipimpin Maria Magdalena menerobos kerumunan dan mengelilingi Yesus yang terjatuh, membentuk formasi hati.

Narator:
Perhentian kesembilan, Yesus jatuh ketiga kalinya di bawah salib. Kami menyembah sujud Dikau ya, Kristus dan bersyukur kepadaMu.... Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.

Perempuan-perempuan Yerusalem meratap. Maria Magdalena menyanyikan ratapa dari Dere Serani nomor 51. Choir menyanyikan refrain. Lagu dinyanyikan dua ayat.

Narator:
Kasihanilah kami ya, Tuhan, kasihanilah kami....Ya, Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Babak Enam: Puncak Penebusan


Kerumunan orang-orang Yahudi perlahan menghilang; merasa apa yang dialami Yesus jauh lebih kejam dari yang mereka duga. Para serdadu mendorong Yesus (tanpa salib) ke titik perhentian 10. Dua serdadu memikul salib Yesus ke puncak Kalvari. 

Narator:
Perhentian kesepuluh, Pakaian Yesus ditanggalkan. Kami menyembah sujud Dikau, ya Kristus dan bersyukur kepadaMu.... Sebab dengan salib suciMu Engkau telah menebus dunia.

Lagu Pie Jesu (komposisi karya Andrew Lloyd Webber) mengiringi seluruh adegan perjalanan menuju titik perhentian kesepuluh. Di titik itu para serdadu menanggalkan jubah Yesus, menyiksanya sekali lagi, lalu mengundi jubahnya. Seluruh adegan dilakukan tanpa dialog sampai Pie Jesu selesai dinyanyikan.

Narator:
Kasihanilah kami, ya Tuhan Kasihanilah kami.... Ya, Allah kasihanilah kami orang berdosa.

Yesus diarak telanjang ke puncak Golgota. Para serdau mendorongnya kasar. Serdadu yang lain menyiapkan salib, palu, dan paku.

Narator:
Perhentian kesebelas, Yesus dipaku di kayu salib. Kami menyembah sujud Dikau, ya Kristus dan bersyukur kepadaMu... Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.

Yesus dipaku di kayu salib. Bunda Maria, Yohanes, Simon dari Kirene, Magdalena dan perempuan-perempuan Yerusalem menyaksikan dari kejauhan sambil menangis/terisak-isak. Yesus kemudian disalibkan. Sepanjang adegan ini, instrument lagu Remember Me mulai dimainkan. 

Ketika salib telah berdiri kokoh, lagu Remember Me (ayat dua dan sekali refrain) dinyanyikan sampai selesai. Bunda Maria dan Yohanes bersimpuh di bawah salib.

Yesus:
(Kepada Bunda Maria. Dengan suara terbata sambil memandang Yohanes) Ibu, inilah anakmu. (Maria terisak, Yesus terisak, lalu bicara kepada Yohanes di tengah isakNya) Inilah ibumu! Jeda. Aku haus.

Seorang prajurit mencucukan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam pada ujung tombak lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Yesus mencicip anggur asam itu. Jeda.

Narator:


Kasihanilah kami, ya Tuhan Kasihanilah kami.... Ya, Allah kasihanilah kami orang berdosa.

Semua yang hadir berlutut. Para serdadu juga demikian.

Yesus:
(Memandang ke langit selama beberapa detik. Kemudian bicara dengan suara berat. Terengah-engah) Sudah selesai. (Kepalanya lalu terkulai. Yesus Wafat)

Narator:
Perhentian kedua belas, Yesus wafat di salib. Kami menyembah sujud Dikau, ya Kristus dan bersyukur kepadaMu.... Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.

Semua saksi passio berlutut. Seorang serdadu menikam lambung Yesus dengan tombak. Umat ikut berlutut sekitar. Hening selama dua menit.

Narator:
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami... Ya, Allah kasihanilah kami orang berdosa.

Yusuf dari Arimatea menurunkan Yesus dari salib. Yusuf telah naik ketika umat masih berlutut di perhentian kedua belas. Simon dari Kirene berdiri di kaki salib. Siap menerima Yesus.

Narator:
Perhentian ketiga belas, Jenazah Yesus diturunkan dari salib. Kami menyembah Dikau, ya Kristus dan bersyukur kepadaMu.... Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.

Yesus diturunkan dari salib. Bunda Maria meratap sedih--menyanyikan lagu dari Dere Serani nomor 56 "Lorang: Ende Nggeluk Retang". Bunda Maria yang dibimbing Rasul Yohanes ke tempat Pieta. Yohanes kemudian mendekat ke salib, membantu Simon dari Kirene dan Yusuf dari Arimatea mengangkat Yesus ke pangkuan Bunda Maria. Bunda memeluk putranya itu dengan pilu, terus meratap.

Ketika lagu akan berakhir, beberapa orang membantu Yusuf dari Arimatea mengangkat Yesus dari pangkuan Bunda Maria ke makam.

Narator:
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami... Ya, Allah kasihanilah kami orang berdosa.

Yesus digotong ke makam. Bunda Maria mengikuti.

Narator:
Perhentian keempat belas, Yesus dimakamkan. Kami menyembah sujud Dikau ya Kristus dan bersyukur kepadaMu... Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.

Puisi:
BALADA PENYALIBAN
W.S. Rendra

Yesus berjalan ke Golgota
disandangnya salib kayu
bagai domba kapas putih.

Tiada mawar-mawar di jalanan
tiada daun-daun palma
domba putih menyeret azab dan dera
merunduk oleh tugas teramat dicinta
dan ditanam atas maunya.

Mentari meleleh
segala menetes dari luka
dan leluhur kita Ibrahim
berlutut, dua tangan pada Bapa:
– Bapa kami di sorga
telah terbantai domba paling putih
atas altar paling agung.
Bapa kami di sorga
Berilah kami bianglala!

Ia melangkah ke Golgota
jantung berwarna paling agung
mengunyah dosa demi dosa
dikunyahnya dan betapa getirnya.

Tiada jubah terbentang di jalanan
bunda menangis dengan rambut pada debu
dan menangis pula segala perempuan kota.

– Perempuan!
mengapa kautangisi diriku
dan tiada kautangisi dirimu?

Air mawar merah dari tubuhnya
menyiram jalanan kering
jalanan liang-liang jiwa yang papa
dan pembantaian berlangsung
atas taruhan dosa.

Akan diminumnya dari tuwung kencana
anggur darah lambungnya sendiri
dan pada tarikan napas terakhir bertuba:
– Bapa, selesailah semua!

1957

Narator:
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami... Ya Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Jeda. Lagu "Because He Lives (Bill Gaither).

Selesai

Catatan: Tim kerja pementasan ini adalah seluruh anggota OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng | Adeng Crova (pemeran Simon dari Kirene) dan Ferdy Mozakk (pemeran Imam Kepala 1) bertindak sebagai Astrada | Choir: Hilda Hambur, Rose'she Fernandez, Jeany Reza, Yuni Pas, Rini Woloz | Musik: Acik Chikko | Narator: Febry Djenadut | Special thanks to: Enno Juna yang telah berperan sebagai Yesus selama tiga tahun berturut-turut | Produksi: OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng, in collaboration with Saeh Go Lino, Ruteng - 2018 | Naskah ini dapat dipakai-diubahsesuaikan jika ingin dipentaskan oleh komunitas Anda. Lagu-lagu dan lain-lain bisa disesuaikan | Beberapa adegan pada film The Passion of The Christ karya Mel Gibson (2004) ikut memberi pengaruh pada naskah ini | Teks yang dipakai sebagai sumber adalah Injil Yohanes dan Lukas | Tabe.


8 comments:

  1. keren Kella.

    Membaca awal babak pertama, saya teringat naskah Paskah di Kisol dulu. Tapi saya tak tahu, sekarang itu naskah, di mana? Jangan tanya, kenapa tir simpan baik2. fenyakit lufa.

    Singkatnya, sebelum mereka bawa itup peremppuan ke Yesus. mereka adili dahulu dia secara agama Yahudi. Tetapi proses pengadilannya, terutama isinya, lebih kepada perendahan martabat wanita melalui kata2 yang dipakai para imam mahkama Agung.
    Lalu divonis diRajaan.
    dan dalam perjalanan menuju perajaman itulah, rombongan itu ketemu Yesus.


    begitu saja dulu sepata dua kata dari negeri rantau.

    Btw, di sini Paskahnya terasa seperti Natal.
    Soalnya Salju menyekimuti kota kami sepanjang masa Puasa.

    berdasarkan informasi dari Kedutaab Indonesia, ini disebabkan gara2 MS tir jadi calon NTT 1.
    Ha ha ha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Tuang. Salah satu alasan kenapa ini naskah saya unggah adalah agar tidak hilang. Su terlalu banyak ide yang lari lewat dan setengah mati punya lagi carinya hahahahaha.

      Salam ke Jerman, Tuang. NTT aman hahahahaha.

      Delete
  2. Selamat Paskah!!! Maafken krn saya langsung ke video... penghayatan yg luar biasa dari teman2 OMK kita..salut utk Pak Arm in dan kru

    ReplyDelete
  3. halo, perkenalkan saya petrus agung haribowo. saya mengirimkan email mengenai izin untuk memakai naskah tablo di halaman artikel ini. mohon dibaca. terima kasih, have a good day!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sipppp... Emailnya sudah dibalas. Salam.

      Delete
  4. selamat siang saya Andreas mau minta ijin menggunakan naskah tablo yang bagus ini utk drama tablo di greja kami Paroki Santo Petrus Palembang.. ijin ya gannn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat malam. Dengan senang hati, Andreas. Silakan dipakai. Sukses buat teman-teman di Paroki Santo Petrus Palembang.

      Delete