Pelajaran Cahaya dan Dua Puisi Lain

Pelajaran Cahaya, Mengejar Matahari, dan Penyeduh Hujan adalah tiga puisi yang sebelumnya diunggah di facebook. 
pelajaran cahaya dan dua puisi lain
Pelajaran Cahaya | Foto: Armin Bell

Pelajaran Cahaya dan Dua Puisi Lain


Pelajaran Cahaya



Kata baru yang kita dengar hari ini

Semburat, katamu
Lalu kita gabungkan dengan kata yang tak beranjak pergi sejak kemarin
Rindu, katamu

Kukisahkan tentang cahaya yang
Menggelungku di sini sejak kau pergi
Itu semburat rindu barangkali

Kudengar tangismu pecah di seberang

Mengejar Matahari


Kutanyakan apakah kita pernah bertemu,kau tersenyum
Mengangguk menyisip jemari  pada poni yang genit menutup
Mata yang indah itu melihatku, dan kutahu
Kita pernah bertemu

Berkali-kali, jawabmu
Dengan merdu, merdu sekali suara dalam senyum yang kau tawarkan
Itu bibirmu yang merah teduh
Seperti apa warnanya, aku tak pasti sehingga hanya mengulang tanya: kita pernah bertemu? 

Senyummu melebar dan mengingatkan bahwa telah kutanyakan itu

Berkali-kali, jawabmu lagi
Di mimpi-mimpi yang selalu sama: tentang kita

Lalu kau pergi saat ayam jantan berkokok tiga kali
Pada dinding kamar wajahmu kucari
Kibas rambutmu kutangkap di jendela pagi
Saat kau bergegas menuju matahari

Hujan yang Kauseduh


Hujan yang kauseduh pada selokan kenangan kita
Kuminum sekali ini di muara ingatan
Sekadar menjenguk kemarin

Kupastikan saja sekarang kepadamu
Pahitnya tak lagi sekuat pesona dahulu
Pada bergelas-gelas kopi kita di hari-hari bersama

Kita pernah menjerang laut dengan sukacita
Sesekali kupulang jua menyimak cerita
Dari hujan yang kauseduh

Ruteng, Kota Hujan, 2016

Puisi-Puisi Armin Bell

0 Komentar:

Post a Comment