Gratitude Box: Beberapa Langkah

Setelah mengetahui langkah-langkah praktis bergabung dalam kegiatan Gratitude Box - Seribu Sehari Cukup, bagian ini akan berisi tambahan informasi yang semoga lebih membuka gerbang pengetahuan kita bersama hiaaaa... Tinggi ini cita-cita im.
gratitude box beberapa langkah
Langkah | Foto: Armin Bell

Gratitude Box: Beberapa Langkah


Cita-cita memang harus tinggi. Karena kalau pendek mungkina namanya Cita Citata #eh. Jadi ya, meski terkesan melucu, kalimat pembuka postingan ini dapat juga dibaca dengan serius ckckckck.

Gerakan bernama Gratitude Box SSC (Seribu Sehari Cukup) itu bergerak perlahan ke arah yang diniatkan. Para sahabat bergabung dari berbagai penjuru, bersatu dalam gerakan syukur yang mengambil konsep 'wali' dalam budaya Manggarai. 

Setiap ada rasa syukur dalam hati atas apapun yang terjadi hari ini, kita 'berkewajiban kecil' memasukkan seribu (boleh lebih) dalam kotak bernama Gratitude Box itu sebagai wali atau terima kasih dalam adat Manggarai, bukan dengan kata; itu konsep besarnya.

Maka demikianlah gerakan ini telah membantu seorang anak di SMK St. Mathilda Ruteng, seorang anak yang cerdas dengan nilai rapor yang bagus tetapi menunggak sangat banyak uang sekolah. Namanya Herty, siswi kelas X, kakaknya yang seorang adalah juru parkir, yang lain pembantu rumah tangga.

Baca juga: FF100K Karina - Kesadaran

Herty punya niat sekolah sebesar dunia, tetapi tak ada biaya. Orang tuanya telah lama meninggal dunia. Si juru parkir sanggup membayar sebesar Rp. 500.000,- dan SSC Community Ruteng memutuskan untuk membantu sisa tunggakannya. 

Tahap pertama, kita telah membantu sebesar satu juta rupiah dari isi Gratitude Box yang tersebar di rumah-rumah para sahabat dan telah kita kumpulkan beberapa waktu terakhir. Dalam rencana, jika isi Gratitude Box kita telah penuh lagi, kita akan lakukan pelunasan untuk biaya setahun sekolahnya. 

O iya, si Herty masih tahun pertama di sekolah itu. Masih ada dua tahun lagi. Bagaimana uang sekolahnya dua tahun ke depan, sedangkan dana yang terkumpul dari kotak SSC sejak awal hanya disepakati sebagai dana tanggap darurat dan bukan orang tua asuh? Tuhan itu baik.

Herty saat ini tinggal dengan satu keluarga, di tempat di mana seorang ibu sangat baik mau membantu Herty belajar menjadi wirausahawan. Si ibu telah lama menjadi 'pengusaha' kue. Herty kita ini diajak terlibat dalam proses produksi dan pemasaran (menjual kue di sekolahnya). 

Harapannya, Herty belajar menabung dari hasil usaha bersama itu untuk membiayai sekolahnya sendiri. Mudah-mudahan dia mampu bermetamorfosa menjadi anak yang baik, dan kita semua boleh bersyukur untuk itu (mari isi Gratitude Box kita setelah membaca ini). 

Selain Herty, tentu saja ribuan anak lain juga mengalami soal yang sama. SSC Community Ruteng melalui gerakan Seribu Sehari Cukup telah sejak awal berniat membantu satu atau dua atau tiga orang dari ribuan itu. Maka langkah lain kembali dibuat. Puluhan orang telah menyatakan diri sebagai anggota gerakan ini dan proses mengumpulkan isi kotak dari rumah ke rumah bukan hal yang mudah ternyata. Demikianlah kita (kawan-kawan yang di Ruteng) akhirnya membuka rekening khusus untuk gerakan ini. 

Sayang, proses membuat rekening atas nama kelompok agak sulit karena membutuhkan stempel, akta yayasan dan segala lainnya padahal Gratitude Box SSC ini bukan yayasan apalagi perusahaan. Lalu? Kita pakai nama perorangan dengan ketegasan penggunaan bahwa seluruh isi rekening itu adalah sepenuh-penuhnya milik gerakan dan bukan milik Agustina Celestin B. nama relawan yang kita pakai untuk membuka rekening itu. 

Kami sepakat dan berlanjutlah. Gratitude Box telah punya rekening di: BNI. Nama produknya: Tabunganku. Nama pemilik rekeningnya: Agustina Celestin B. Nomor rekeningnya: 0294305722. Sahabat pertama yang melakukan transfer isi kotaknya ke rekening ini adalah: Jerry dari Jogjakarta. Ini (memiliki rekening khusus) adalah langkah yang kami anggap maju, sekaligus menjawab pertanyaan: Ke mana isi kotak ini kami salurkan? (mari bersyukur lagi untuk ini, horeeeee...). 

Baiklah... itu kira-kira beberapa langkah baru, selain langkah-langkah lama yang telah kita buat bersama. Sekedar mengingatkan, sahabat sekalian bisa melirik ke sini dan ini untuk mengetahui langkah-langkah awal gerakan ini. Sedangkan informasi lepas dan bertanggungjawab, tetap akan disampaikan via grup facebook SSC Community Ruteng. 
Tetapi sekali lagi, seperti telah ditulis pada postingan sebelumnya, meski telah bergabung dalam gerakan bernama Gratitude Box Seribu Sehari Cukup ini, tidaklah melekat kewajiban untuk harus menyerahkan isinya kepada kami. 
Para sahabat bisa menyalurkannya sendiri ke anak-anak di sekitar yang memang sangat membutuhkan, share itu di facebook tentang kegiatan baik itu. Tetapi jika tidak ada, rekening SSC menunggu dan penentuan sasaran akan kita diskusikan bersama via facebook. 

O iya... apakah kami jujur mengelola ini? Era keterbukaan informasi saat ini tentu saja sedikit menutup peluang itu, peluang menyelewengkan dana atau korupsi dalam bahasan negeri ini. Sesungguhnya, setiap informasi kegiatan akan disampaikan via facebook, termasuk data saldo di rekening.

Baca juga: Yubileum, Presiden SBY, dan Celana Goni

Mungkin pada beberapa kesempatan sempat terlintas niatan untuk menyelewengkan, tetapi di Ruteng kami terdiri dari begitu banyak orang yang selalu saling mengawasi dengan mata tajam setajam pedang yang diasah terus dan tak pernah dipakai. 

Ya, kami jujur. Contohnya? Tidak ada biaya untuk kegiatan ini yang kami ambil dari isi kotak. Meterai untuk pembuatan rekening, transportasi untuk membayar uang sekolah, konsumsi tiap kali pertemuan, fotocopy berkas, biaya internet, print dan lain sebagainya, kami patungan lagi. Isi kotak tidak diganggu. Satu-satunya gangguan pada isi kotak nantinya mungkin adalah biaya pemeliharaan rekening, dan itu dilakukan oleh bank bukan oleh SSC. Lumayan jujur kan? 

Demikianlah, kotak kita bukan kotak sumbangan, bukan kotak amal, bukan kotak bersama. Kotak kita bernama kotak syukur. Mariiii....

Salam Seribu Sehari Cukup
Armin Bell
Ruteng, Flores

2 comments: