Piramida Terbalik Langkah Mudah Menulis Berita

Ada cukup banyak cara menulis berita. Dua yang paling dikenal adalah model penulisan kotak yang biasa dipakai oleh media-media dan para jurnalis di Inggris, serta model penulisan piramida terbalik yang dipakai di hampir semua belahan dunia. 
piramida terbalik langkah termudah menulis berita
Televisi | Dok. RanaLino.ID

Piramida Terbalik Langkah Mudah Menulis Berita


Dibanding model penulisan kotak di mana bagian-bagian penting disebar di seluruh bagian berita--mengharuskan pembaca menyimak seluruh artikel, model penulisan piramida terbalik adalah yang paling muda dilakukan. Dua keuntungan yang diperoleh dari cara menulis berita seperti ini adalah memudahkan pembaca memahami isi berita, dan memudahkan proses penyuntingan.

Menulis dengan menggunakan model piramida terbalik sangat disarankan terutama bagi jurnalis pemula. Ya, tidak semua orang lahir dengan kemampuan reportase yang mumpuni. Beberapa terlihat sangat lihai dalam views atau opini, sementara orang terkenal ‘gape’ dalam karya sastra. Hanya sebagian kecil yang konsisten melakukan reportase, atau menulis berita. Piramida terbalik ini dapatlah dianggap sebagai tips menulis mudah bagi setiap wartawan yang sedang 'belajar menulis'.

Banyak kalangan berpendapat, kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang penulis adalah reportase atau melaporkan/menyampaikan berita. Artinya, rata-rata penulis pernah membuat karya jurnalistik dengan panduan dasar 5W+1H. Lalu, mengapa hanya banyak yang 'mengaku' tidak bisa menulis berita? 
Reportase (baca: menulis berita) menjadi sesuatu yang tidak bisa dilakukan karena banyak yang mengaku mengalami kesulitan saat harus merumuskan hasil liputannya dalam bentuk tulisan, bahkan sebelum pekerjaan menulis berita itu dilakukan. Tipikal! Bilang sulit padahal belum mencoba, #eh
Well, dengan tidak bermaksud menggurui, saya ingin membagi konsep menarik yang mudah untuk menulis hasil reportase; namanya Piramida Terbalik. Ya, untuk mencapai target penulisan berita yang mudah dipahami khalayak, kenalilah piramida terbalik langkah mudah menulis berita. Sampai saat ini, konsep ini masih menjadi favorit.

Konsep ini memudahkah khalayak segera mengetahui isi berita yang hendak diungkap, karena fakta terpenting disajikan pada kalimat atau alinea pertama dalam berita. Selain itu, penulisan berita dengan konsep Piramida Terbalik juga memudahkan proses editing. Penyunting naskah akan dengan mudah menghapus bagian yang kurang penting pada berita tanpa mengurangi kebasahan berita, karena bagian tersebut diletakkan pada bagian akhir. Metode penyuntingan ini terutama untuk kepentingan space (kolom/waktu) yang tersedia. 

Tahapan Piramida Terbalik


Lead

Yang dimaksudkan dengan lead adalah bagian klimaks atau inti persoalan. Apa yang paling penting dan paling utama dari informasi, itulah yang diletakkan pada alinea paling atas. Khalayak sudah bisa memahami atau menangkap maksud berita tersebut hanya dengan membaca atau mendengar alinea pertama saja.

Atmosfir

Pada bagian berikutnya, digambarkan suasana atau atmosfir inti cerita. Isinya berupa penggambaran suasana peristiwa, dukungan fakta-fakta detil lainnya yang melengkapi alinea pertama.

Background

Pada aline ini dijabarkan latar belakang peristiwa. Biasanya menjawab pertanyaan ‘mengapa (why) dan ‘bagaimana (how)’. Artinya, fakta penyebab bagaimana peristiwa itu terjadi serta apa latar belakang peristiwa diungkap dalam alinea ini. Alinea ini memberi gambaran lebih luas sekitar sebab-sebab peristiwa.

Fakta Pendukung



Pada bagian ini diuraikan fakta-fakta lainnya yang merupakan pelengkap. Bagian ini dicatat sebagai bagian yang tidak terlalu penting dibandingkan dengan alinea sebelumnya. Karena itu, ketika pekerjaan editing atau penyuntingan menghendaki naskah diperpendek, biasanya bagian inilah yang akan dibuang dengan alasan alinea ini tidak mengurangi pemahaman khalayak pendengar atas inti materi yang diberitakan. Editing atau penyuntingan erat hubungannya dengan ketersediaan kolom (pada media cetak dan online) serta waktu penayangan (pada media elektronik).

Umumnya piramida terbalik dipakai dalam reportase televisi atau radio yang sangat menonjolkan kecepatan dengan durasi waktu yang singkat, sambil tetap menyadari bahwa berita yang ditulis minimal mengandung informasi dan signifikansi.
Informasi adalah batu-bata penyusun berita yang yang efektif; dan Siginifikansi: maksudnya, berita harus memiliki informasi penting; yakni memberi dampak pada pembaca.
Selamat mencoba!

Catatan: Tulisan ini sebelumnya diunggah di blog keroyokan Kompasiana.

2 comments: