Seni itu Band Melayu?

Negeri ini dengan mudah digiring seleranya. Dari politik, kuliner, sampai musik. Kita sudah pernah merasa begitu melankolis bersama Obbie Mesakh, bergoyang a la Rhoma Irama, dan sekarang digiring mencintai band Melayu. Apakah itu seni? 
seni itu band melayu
Band | Dok. RanaLino.ID

Seni itu Band Melayu?


Banyak yang melarang orang-orang berdebat tentang kesenian. Saya juga sepakat. Mengapa?

Sapa bagai tak bertuan
Melayang tak tertangkap tak ke tujuan 
Tetapi kembali pada mula bukan jalan 
Karena sapa, bukankah harus bertuan? 

Telah seribu angin menyapa angin lalu kembali kosong seperti angin kosong tanpa sejuk 
Yang tersisa hanya sekumpul gerah pada tanya 
Sapa… akankah terus menyapu angin lalu kosong? 

Entah berapa kata agar sapa bertuan 

Saudara-saudaraku terkasih, apa yang kalian rasakan ketika membaca puisi di atas? Jika kalian tidak merasakan apa-apa, cobalah membacanya sekali lagi. 

-------*maksamodeon------ 

Nah, apa yang kalian rasakan? 
Kagum? Bingung? Merasa Terwakili? Merasa Bersalah? Atau hanya bergumam, “Ah indah.” Oh iya, puisi di atas judulnya Berapa Sapa Untuk Tuan

Pembaca tentu saja memiliki kemerdekaan memberikan pemaknaan lain pada puisi tadi. Frame of reference dan field of experience yang berbeda-beda membuat tafsir atas puisi tadi juga berbeda-beda. Ada yang menerjemahkannya sebagai bentuk protes kepada Tuhan karena doa sekian lama sepertinya tidak terkabul. Ada yang melihatnya sebagai ekspresi kebingungan karena tidak pernah berhasil melakukan sesuatu. 

Ada yang membacanya sebagai sebuah kreativitas di tengah ketidakberdayaan. Tetapi ada yang hanya bisa bergumam: Ah indah. Tentu saja terbuka peluang untuk membaca itu sebagai bukan puisi. Iya, to?
Akan ada sangat banyak tafsir atas satu teks, dan tidak boleh ada satu pihak pun yang protes dengan itu. Seni itu kadang semerdeka itu; penikmat bisa menikmatinya sesuka hati dan memberi arti terhadapnya dengan suka-suka.
Yang saya tahu, apresiasi kita atas karya seni selama ini lebih mirip konsensus. Ketika banyak orang bilang karya kita bagus kita juga bilang bagus. Seni itu band Melayu? Media massa pop bilang bagus, kita juga bilang itu bagus. Sehingga, saudari-saudaraku, Kangen Band juga sempat kita bilang bagus, padahal….. ah kapan kita jujur?

Salam
Armin Bell
Ruteng, Flores

0 Komentar:

Post a Comment