Contoh Husnuzan Kepada Allah

Sebelum kita membahas mengenai Contoh Husnuzan Kepada Allah, ada baiknya terlebih dahulu kita mengatahui arti dan makna dari Husnuzan atau husnudzon itu sendiri

Dalah bahasa arab Husnuzan terdiri dari 2 kata yaitu  “husnu” memiliki arti baik, sementara “az-zan” adalah prasangka. Jadi prasangka baik atau positive thinking dalam terminologi Islam dikenal dengan istilah husnudzon. sedangkan lawan kata dari Husnudzon ini adalah Suudzon yang artinya adalah prasangka buruk.

Jadi secara istilah, Husnuzan adalah prilaku yang terpuji atau akhlak mahmudah yang selalu berpikir positif dan wajib menjauhi prasangka buruk, baik terhadap Allah Ta’ala, kepada diri sendiri serta kepada orang lain.

Dan kemudian lebih jelasnya tentang Husnuzan Kepada Allah itu sendiri adalah sikap seorang muslim yang selalu berprasangka baik kepada Allah bagaimanapun keadaanya, baik saat mendapatkan rezeki ataupun disaat mendapat musibah karena apapun kejadian yang kita alami selama di dunia ini merupakan garis yang telah ditetapkan oleh Allah SWT kepada umatnya

Contoh Husnuzan Kepada Allah

  1. Ikhlas ketika mendapatkan cobaan atau ujian sebab yakin ada hikmah yang baik dari peristiwa itu dari Allah SWT kepada makhluknya.
  2. Ketika diberi rezeki yang sedikit oleh Allah SWT, hati tetap bersyukur dan optimis bahwa rezeki dari Allah tersebut adalah yang terbaik bagi diri dan terkandung berkah di dalamnya.

Hukum Husnuzan kepada Allah

Husnuzan kepada Allah hukumnya wajib. Hal ini sesuai dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.”

Selain itu, berdasarkan hadits riwayat Muslim, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah berkata, ‘Aku sesuai prasangka hambaku padaku. Jika prasangka itu baik, maka kebaikan baginya. Dan apabila prasangka itu buruk, maka keburukan baginya.”

Hikmah dan Manfaat Husnuzan kepada Allah

Dengan berhusnuzan kepada Allah SWT, umat Islam akan menerima taubat bahkan diberikan kecukupan bagi yang memohon dan meminta. Hal ini sesuai dalam quran surat Al Furqan ayat 71

Wa man tāba wa ‘amila ṣāliḥan fa innahụ yatụbu ilallāhi matābā

Artinya: Dan barangsiapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.

BACA JUGA  Unsur unsur terpenting dalam pengertian hakikat HAM adalah
error: Content is protected !!