Mudah! Ini Dia Cara Menulis Berita Piramida Terbalik

Ada berbagai cara yang bisa anda gunakan dalam menulis berita. Salah satunya adalah dengan menggunakan piramida terbalik. Cara yang satu ini selain memudahkan pembaca dalam menangkap isi berita, juga mempermudah dalam proses penyuntingan. Bagi seorang pemula yang ingin memulai belajar, cara menulis berita piramida terbalik adalah solusinya.

Mengenal Perbedaan Berita dan Karya Sastra

Menulis selain menjadi kegiatan sehari-hari atau kegiatan yang ringan, juga menjadi sumber penghasilan yang dijadikan profesi bagi sebagian orang. Misalnya menulis berita (reportase) dan menulis karya sastra.

Menulis berita dan karya sastra tentu adalah dua hal yang berbeda, meskipun keduanya sama-sama kegiatan menulis. Hal yang dibahas dan cara penulisannya tidaklah sama. Berita mengacu pada suatu kondisi atau keadaan faktual yang terjadi di masyarakat. Dalam artian itu benar-benar terjadi. Kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan, yaitu berita.

Berbeda dengan karya sastra yang tujuannya sebagai hiburan. Karya sastra biasanya berupa fiktif atau tidak ada dalam dunia nyata. Namun, ada juga yang terinspirasi dari dunia nyata atau bahkan memang berupa kisah nyata.

Apabila berita diambil dari hal yang benar-benar terjadi di dunia nyata dan karya sastra juga sama, menceritakan kisah nyata tetap ada pembedanya. Berita disusun dengan bentuk paragraf argumentatif, deskriptif, atau bisa juga naratif.

Namun, karya sastra ditulis menggunakan pilihan diksi yang dikemas secara bagus supaya menghibur dan nyaman dibaca oleh para pembaca. Tujuan penulisan dari kedua karya itu saja sudah jelas berbeda.

Konsep Piramida Terbalik untuk Penulisan Berita

Konsep piramida terbalik kabarnya kali pertama dipakai oleh Kantor Berita Associated Press (AP). Terutama dalam penggunaan kepenulisan berita straightnews. Konsep ini diperkirakan sudah dipakai dalam kurun waktu lebih dari 150 tahun.

Dirasa sangat bermanfaat, maka konsep penulisan berita menggunakan piramida terbalik menjadi populer. Posisi inti berita yang dipampang pada bagian awal berita tentu menyenangkan bagi orang yang membacanya. Apabila pembaca masih penasaran, maka bisa membaca kelanjutannya di paragraf-paragraf berikutnya.

Dalam penggunaan piramida terbalik ini, fondasi diletakkan di posisi paling atas sebagai bagian terpenting. Fondasi ini nantinya sebagai penguat dalam suatu bangunan. Bagian yang penting danfokus utama. Sama halnya dengan bangunan, berita pun membutuhkan fondasi yang kuat. Apabila fonasi sudah kuat, maka bagian yang lain tinggal mengikuti saja.

Konsep piramida terbalik sangat cocok digunakan untuk pemula. Namun, bagi anda yang sudah profesional pun masih bisa menggunakan konsep ini. Tujuan dari penulisan berita menggunakan piramida terbalik adalah untuk memudahkan. Jadi, siapa saja yang menulis berita dan ingin menggunakan konsep ini tentu sah-sah saja.

Sejauh ini, cara menulis berita piramida terbalik masih menjadi yang terfavorit. Hal ini terjadi karena berkaitan dengan peletakan poin-poin penting berita yang diletakkan di awal berita. Sehingga, para pembaca bisa langsung menangkap inti dari berita tersebut. Kemudian disusul dengan fakta-fakta pendukung lainnya.

Selain itu, seorang editor yang bertugas untuk menyunting naskah atau berita yang anda buat akan merasa dimudahkan apabila anda menggunakan konsep piramida terbalik. Bagian-bagian yang dirasa tidak terlalu penting akan tampak terlihat dengan mudah dan jelas. Lalu, bisa dihapus dan disunting oleh editor anda.

Hal itu terjadi karena bagian penting yang berada di awal dan bagian pendukung yang berada di akhir (tail) sudah ditentukan dengan jelas. Editor bisa menyunting tail apabila terlalu banyak hal-hal yang dirasa kurang penting yang memenuhi kolom berita anda. Ini berguna untuk kepentingan space yang telah tersedia.

Cara Menulis Berita Piramida Terbalik

Ada beberapa tahapan yang harus anda ikuti supaya bisa menulis menggunakan konsep piramida terbalik dengan benar. Berikut ini struktur berita yang menggunakan konsep tersebut.

BACA JUGA  Integrasi sosial merupakan situasi dan kondisi yang mencerminkan

1. Lead

Lead adalah inti atau bagian terpenting dalam suatu berita. Penulisan dengan teknik piramida terbalik menempatkan lead pada bagian awal sebagai bagian yang terpenting. Biasanya berada di alinea pertama. Selanjutnya, para pembaca berita bisa langsung menangkap isi dari berita tersebut.

2. Atmosfer

Atmosfer atau suasana menempati bagian selanjutnya dalam sebuah berita. Isi dari atmosfer sendiri merupakan fakta-fakta pendukung, peristiwa, suasana yang terjadi, serta detail-detail yang akan melengkapi lead.

3. Background

Pada bagian ini anda akan disuguhkan oleh latar belakang peristiwa. Biasanya, latar belakang peristiwa ada untuk menjawab pertanyaan “mengapa” (why) dan “bagaimana” (how). Berawal dari inti berita, kemudian diperluas dan dijabarkan dengan pembahasan tentang “mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi” dan “bagaimana hal itu dapat terjadi”.  Sebab-sebab peristiwa dari apa yang terjadi akan anda temukan di sini.

4. Fakta Pendukung

Berisi tentang hal-hal yang berfungsi untuk mendukung berita. Fakta-fakta pendukung nantinya sebagai bahan yang dihadirkan untuk menguatkan suatu berita. Namun, posisinya dalam berita bukanlah yang utama.

Jadi, apabila ada instruksi dari editor untuk memperpendek berita, maka bagian ini bisa dipotong dan diperpendek. Itulah salah satu fungsi cara menulis berita piramida terbalik. Anda tidak perlu susah payah ketika melakukan penyuntingan. Berbeda bila anda menggunakan teknik yang lain dalam menulis berita.

Istilah tersebut bukanlah istilah resmi dalam konsep piramida terbalik. Ada lagi istilah lain, tetapi tetap menggunakan konsep piramida terbalik. Misalnya penggunaan istilah lead, body, dan tail.

Istilah lead tetap memiliki makna dan pengertian yang sama, yaitu inti berita. Berisi pokok berita dan menjadi rangkuman dalam sebuah berita. Informasi-informasi penting terkandung di dalamnya.

Kemudian, disusul body atau badan berita. Dalam body biasanya berisikan tentang jawaban dan penjabaran dari 5W+1H. di sini akan dibahas secara rinci mulai dari pertanyaan apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Anda akan menemukan detailnya di body berita.

Body  berita juga sama dengan background. Hanya saja ada perbedaan penggunaan istilah. Namun, anda tidak perlu bingung lagi karena keduanya sama-sama membahas seputar 5W+1H.

Setelah body ada tail sekaligus menjadi bagian terakhir pada sebuah berita. Tail ini sama dengan fakta pendukung jika menggunakan istilah yang telah dibahas sebelumnya. Tail ini yang nantinya bisa dipangkas dan disunting lebih banyak daripada bagian berita yang lain.

Apabila sebuah berita terlalu bertele-tele atau pembahasan semakin meluas dan tidak terfokus, mak tail akan dikurangi supaya berita bisa kembali pada track dan tidak merambah kemana-mana.

Kesimpulan

Mudah bukan, menggunakan cara menulis berita piramida terbalik? Sambil belajar menulis berita anda juga tidak kerepotan menyusunnya karena tinggal mengikuti urutan dari piramida terbalik. Selain itu, apabila anda seorang pemula, ada baiknya meminta pendapat dan masukan dari senior anda.

Anda mungkin akan terbantu dengan arahan dari senior anda. Jangan menyerah untuk terus mencoba menulis berita yang baik yang bisa dan enak dibaca oleh semua orang. Tulisan yang enak dibaca akan mengundang pembacanya sendiri tanpa perlu anda sebarkan informasi terkait berita yang anda tulis.

error: Content is protected !!