Jangan Bingung Lagi, Ini Karakteristik Pendidikan Formal dan Non Formal

Pernahkah kalian mendengar pendidikan formal dan nonformal? Mungkin kedua kata tersebut sudah sering didengar. Namun apa kalian tahu apa itu pendidikan formal dan non formal dan juga karakteristik  dari dua hal ini?

Pendidikan formal mungkin sudah banyak dipahami oleh banyak orang. Seluruh pelajar yang belajar di sekolah menjalani yang namanya pendidikan formal. Singkatnya yang dimaksud dengan pendidikan formal adalah pendidikan yang ditempuh di sekolah. Kemudian apa itu pendidikan non formal?

Pengertian Pendidikan Formal dan Non formal

Seperti penjelasan singkat sebelumnya pendidikan formal adalah pendidikan yang ditempuh di bangku sekolah. Untuk jelasnya pendidikan formal adalah jalur pendidikan dengan sistem jenjang dimulai dari sekolah dasar, sampai dengan belajar di universitas. Pendidikan formal juga memiliki sistem kelulusan yang diakui secara nasional maupun internasional.

Sedangkan pengertian dari pendidikan non formal adalah sistem didik atau pembelajaran diluar pendidikan formal dan dilaksanakan secara terstruktur.

Singkatnya, pendidikan non formal dilaksanakan sebagai tambahan dari pendidikan formal yang telah ditempuh. Contoh dari pendidikan formal dan non formal yang umum ada di Indonesia adalah sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi untuk formal dan les pelajaran, kursus alat musik atau kursus lain seperti bahasa Inggris dll untuk pendidikan non formal.

Dari jenisnya diketahui pendidikan non formal juga memiliki struktur seperti pada level atau kecakapan tertentu. Contohnya pada kursus bahasa Inggris ditargetkan mencapai toefl 500 dan lainnya.

Karakteristik  Pendidikan Formal

Setelah mengetahui perbedaan pendidikan formal dan non formal, mungkin kalian bisa lebih jauh memahami apa yang menjadi kriteria sebuah pendidikan formal.

  1. Kurikulum yang digunakan terstruktur dan jelas
  2. Pelajar harus memenuhi syarat tertentu
  3. Proses pendidikan yang ditempuh cukup lama (Contoh: SD – SMP – SMA total 12 tahun )
  4. Menggunakan materi pembelajaran secara akademik
  5. Melaksanakan ujian pada setiap jenjang pendidikan
  6. Dokumen seperti ijazah menjadi dokumen penting untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya

Karakteristik  Pendidikan Non Formal

  1. Menggunakan kurikulum yang lebih fleksibel
  2. Pembelajaran lebih fokus pada keterampilan, tergantung pada apa yang ditempuh pada les atau kursus tertentu
  3. Waktu pembelajaran lebih fleksibel walaupun biasanya masih terstruktur dengan jadwal yang disediakan
  4. Ijazah tidak menjadi dokumen penting dalam proses pada jenjang berikutnya

Dasar Pendidikan Non Formal

Walaupun hanya menjadi tambahan, pendidikan non formal bisa menjadi pilihan yang tepat untuk kalian jika ingin mencari hal baru dalam pembelajaran. Pendidikan non formal tak bisa sembarangan dan harus memenuhi 3 dasar atau asas dari pendidikan non formal tersebut.

  1. Dasar Inovasi
  2. Dasar penentu dan perumusan tujuan pendidikan non formal
  3. Dasar perencanaan dan pengembangan program pendidikan non formal
BACA JUGA  Berikut ini adalah metode dalam berpidato kecuali

Setiap pelajar di Indonesia memang wajib menempuh pendidikan formal, namun hal tersebut tidak membuat semata membuat puas dengan apa telah ditempuh. Terkadang mengikuti pendidikan non formal menjadikan individu lebih baik dari suatu bidang yang diminati seperti kursus bahasa yang nantinya bisa membantu lebih pada pelajaran di sekolah.

Menempuh pendidikan formal dan non formal tentu saja tidak bisa dilakukan oleh banyak orang karena ada berbagai kendala yang juga menjadi faktor, seperti jika mengikuti suatu les atau kursus berarti seseorang harus mengeluarkan biaya tambahan diluar dari biaya sekolah.

error: Content is protected !!